Kamis, 26 September 2013

D-O-N-G-E-N-G

Jangan heran, karna memang ini hanya karangan. Karangan dari sebuah khayalan yang diangkat dari kisah nyata. Kisah yang sangat nyata hingga dianggap sebagai fiktif belaka. Kesamaan nama, tokoh, karakter hingga detail cerita harap dimaklumi saja. Karena memang, saya menyukainya. Menyukai ketikan saya. Hahahahahahaha

Disebuah negeri yang kaya sekali, hiduplah Papa peri dan Ibu peri serta dua anak mereka Pangeran Ori dan Putri Zizi. Mereka adalah sebuah keluarga yang Sakinah dengan hadiah Mawadah Warahmah. Suatu hari, Pangeran Ori dan Putri Zizi ingin bermain. Sayang seribu kali sayang, hanya ada empat penduduk di negeri yang sangat kaya itu. Selama bertahun-tahun, Pangeran Ori hanya bermain dengan Putri Zizi. Mereka mulai bosan dan meminta kepada Papa Peri untuk mendatangkan beberapa teman.
“Ayahanda, bolehkah Ananda meminta sesuatu?”
“Tentu nanda, apapun yang Ananda minta akan Ayah kabulkan.! Sebutkanlah anakku, Apa yang kau inginkan?”
“Kami ingin punya banyak teman, bisakah engkau kirimkan teman yang banyak ke negeri ini ayah?”
Papa peri terdiam. Mengangguk.
“Em, Ayah tidak bisa menjanjikan itu anakku. Namun, akan segera ayah carikan. Sementara waktu bermainlah bersama Ibu dahulu. Ayah akan mencarikan teman”
***

Hay, aku Wara dan aku adalah seorang tentara. Eh, bukan. Manusia maksudnya. Ops, Ya benar. Dalam cerita ini aku akan menjadi seorang teman. Teman yang baik hati, suka berbagi. Oya, satu lagi. Aku Wara dan aku seorang wanita. Bukan pria.! Ingat ya, “Bukan Pria”.! Hahahahahahah *Devil
Hey, Aku Wara dan aku suka makan. Makan banyak hal, memakan berbagai hal. Apapun itu. Yihha.!!!
Woy, Aku Wara.! Aku bukan bunglon tapi aku bisa beradaptasi seperti bunglon.
Aku bukan peniru, tapi aku bisa menirukan berbagai hal.
Aku adalah “Wara” dan aku suka bermimpi.

Ntah dengan apa. Papa peri berhasil mengundang Wara Frizzy, Yonha Yelmiranti, Pak Wink, Rika Guci, Devi Sukra, dan Yogie kedalam dunia tanpa nama. Mungkin itu adalah negeri para dewa.
***

Baik-baik, jangan heran para pembaca. Tulisan ini sengaja dibuat seperti ini. Bagi yang merasa bosan, enggan membaca, silahkan tinggalkan halaman ini. Gerakkan mouse Anda. Klik close tab or other, yang membuat Anda tersingkir dari halaman ini. Atau berdoa, semoga buferingnya lama, halamannya ngga kebuka, atau ada kesalahan saat membaca. Hihihi

Next

Ini bukan cerita dongeng, ini kisah nyata yang akan segera di publish agar dunia bisa membaca. Agar seluruh dunia tau kami punya cerita. Ini cerita kami. Kisah para peri, para raja, para dewa. Eh, Bukan kami. Tapi saya. Menceritakan semua tanpa seizin yang punya. Ini kisah tentang Pak sabun cuci dan Bu sabun mandi.
***

Deskripsi:
Pak sabun cuci   : Supertinggi, berkaca mata, jarang mandi. Eh, maaf. Wangi sekali. *Nyengir
Bu sabun mandi  : Super pendek, bermata dua. *manyun (kehabisan kata)
***

Tempat apa ini? Wara bingung. Memandangi sekitar. Ini adalah sebuah istana megah. Tinggi kokoh. Serasa dimimpi.
“Hey Wara.! Ayo bangun.!” Wara nepuk-nepuk pipinya sendiri.
Ada sebuah meja panjang dengan banyak kursi. Masing-masing tempat duduk telah berisi. Hanya ada satu kursi tinggi yang belum diduduki. Kursi itu bermerk. Ada nama “Wara” pada sandarannya.

“Silahkan duduk Wara.! Itu kursimu, silahkan duduk sesuka mu.!” Seorang laki-laki jangkung tinggi berjubah dan bermahkota menyuruh Wara untuk duduk.

“Terimakasih Om”, Wara yang tidak tahu, memanggil Om pada Papa peri.

“Woke.! Lengkap sudah, selamat datang tamu undangan, mau pesan apa? Ada banyak menu disini, mulai dari MaBel Sor, Jus Koco Sur, hingga menu kangen” Papa peri dengan senag hati menawarkan.

“Menu kangen seporsi Om.!” Sahut pak sabun cuci.

Semua sahut-sahutan hingga pesanan dihidangkan.
Sembari makan, Papa peri menerangkan.

“Saudaraku seklian, tinggallah di Negeri ini dan bermainlah bersama kami.!”
***

Prosesi makan berlangsung hikmat hak hak hak, meskipun pake galak-galak. Wara yang lola lidahnya terpleset hingga menyebut Pak sabun cucu.
Hadddduuuuu,, semua berargumen. Elak-elakan. Wara lola, wara bingung. Ini tempat apa?
Sebut saja “Lucu-lucu galah se lah”.
Meski dalam ketikan ini ngga ada yang lucu, “Galak se lah”.
Meski garing, tetap “Galak se lah”
Yang penting “Galak” se lah.

Bukan, bukan ini inti ceritanya. Ini adalah cerita tak berkesudahan. Cerita ngga jelas ujung pangkalnya. Kisah ini adalah kisah bersama dengan gaya cerita berbeda, dan wara mulai pusing menjelaskannya.
***
Ini kisah bebas, boleh ditambahkan oleh siapapun. Ini ketikan ngasal Wara yang kesekian kali dengan ketidak jelasan dan kegalauan hati.
Sumpah.! Lagi galau banget…. Huuuuuuaaaaaaaaaaaaaa
Hikz… hikz..
Cibi-cibi-cibi, hikz-hikz,-hikz
***
Semua tamu undangan berkenalan, satu persatu menyebut nama berslaman. Bercerita, ngobrol, tersenyum, tertawa.
Oh no, ada yang nakal. Yonha menjambak rambut wara,.

Hey, ada apa?
Jahat bangat sih?!
Wara murka.

Pertengkaran sengitpun terjadi.
Taraaaa,, taraaaa,,,
Ini adalah pertengkaran antara dua wanita sejati.
Yang lain ketakutan, hanya menonton dan diam.

Pertengkaran ini harus segera diselesaikan. Pak Sabun cuci mulai angkat bicara.

“Waraaaaa.. Yonhaaaa… Dengarkan abang mu ini. Jangan bertengkar, kalian dah besar. Dilarang jambak-jambakan. Semoga yang berantem di bottakkan.!”

Yonha tak terima, dia merasa disalahkan.!
“Pak sabun cuci jaek he.! Jaek bana nyo.! Manga bado’an lo urang botak.! Pak Wik (sebutan pak sabun cuci) Jaeeekkk.!”

“Jangan marah Yonha Maya… cup.. cup.. cup..”

“Aku ngambok, ndak sapo-sapo pak sabun cui lae dooo.. hhuuuuuhh”

Kali ini perseteruan terjadi antara Yonha dan Pak sabun cuci. Semua mata tertuju pada mereka.!
Pak sabun cuci   : Alhamdulillah.. Yona ngambok. Berarti saya tidak akjan disapa pak sabun cuci lagi. Assseeeekkkk…

Yonha                   : Heh, jangan seneneng dulu ya.! Tunggu pembalasanku anak ketek.!

Pak sabun cuci akhirnya mengalah, perseteruan ini akan semakin panjang jika tak ada yang mau mengalah.

“Siapa nih yang dikatan yona anak ketek? Aku sudah menjulang kayak gini.. Yonhaaaa.. senyum dunk.!”

“Males senyum nyo.!” Yonha tetap pada pendiriannya. Merasa tidak terima.

Cuuuup.. cuupp.. cup.. Senyum dong Yonhaaa, Jangan gitu laaahhhh.. Nanti kebawa mimpi lhooo.. Hehehehe.
Pak wings memberikan lollipop gembira pada Yonha
Sekarang Yonha sudah baik kembali. Tersenyum dan tertidur hingga esok pagi

_The End_

Jadi kesimpulannya: Senyum itu adalah ibadah dan senyum dapat membuat kita awet muda, Mari menebar senyum saudara-saudara semua.
Wassalam

Note: Bagi yang tidak senang dengan dogeng ini, silahkan complain dengan cara; ketik nama, alamat dan uneg-uneg Anda. Kirimkan pada kolom komentar dibawah ^_^

Ini tulisan paling ngga nyambung yang wara punya. Huuuaaaa.. Selesai sudah, saatnya bertugas... 

Minggu, 22 September 2013

Burung Bodoh II

Ini kisah lanjutan. Lanjutan kisah yang harus segera dituang agar semua tahu betapa bahagianya jadi orang baik, dipercaya banyak orang. Bukan hanya banyak orang, tetapi juga binatang.
Ini kisah sepasang burung, burung bodoh menurutku.
Burung yang membuat aku senang, burung yang membuat ku perhatian, burung yang berhasil mengambil perhatian, burung yang memberi informasi, burung yang membuat ku mengamati.
Kisah ini kisah lanjutan, tentang sepasang burung madu cantik bercorak kuning-hitam.

Kamu tahu, aku tidak pernah tahu bagaimana kelanjutan cerita seekor anak burung madu yang menetas itu. Dua minggu meninggalkan rumah membuatku tak memikirkan hal itu. Membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana Tuhan. Tak bertanya, tak ingin tahu.
Minggu ini kepulanganku, aku pulang dengan perasaan rindu. Rindu keluarga, orang tua, adik dan saudara. Suasana rumah selalu membuatku bahagia. Bercengkrama, bercerita, teriak-teriak, menjahili. Tetap tak bertanya, tak ingin tahu. Sampai Ibu memberi tahu.
“Wara, anak burung nya mati. Ibuk penasaran, kok ngga bunyi-bunyi? Waktu di periksa ternyata udah ngga bernyawa, membelakngi lubang. Udah keras dan akhirnya Ibuk buang”.
“Ha?! Iya bu????”
“Iya, mungkin karna ngga dikasih makan induknya.!”
“Lho, kok bisa?”
“Takut kali. Bapak bilang, mungkin karna suara lonceng”

Ya, mungkin benar yang dibilang bapak. Pintu rumah yang merupakan akses menuju ruang tamu dari ruang keluarga memang dipasangkan sebuah figura yang di bawahnya bergantung lonceng. Setiap pintu dibuka, loncengnya pasti akan berbunyi keras sekali. Ditambah lagi rumah yang posisinya berada di pinggir sawah membuat lonceng itu sering bersuara akibat hembusan angin liar pesawahan.
Pintu menuju ruang tamu

Figura

Penampakan sawah disamping rumah, diambil dari jendela ruang tamu

Kasian sekali. Tapi, itu semua tidak membuat pasangan burung madu ini menyerah. Mereka membuat sarang baru untuk menghasilkan keturunan baru. Hey.! Kurasa mereka percaya pada kami. Percaya kalau keluarga ini tak akan menganggu, merusak apalagi menyakiti. Tidak takut-takut. Kali ini mereka telah berani. Meski banyak aktivitas dan suara pukulan karna bapak lagi hobi maku-in kursi. Hehehe


Burung madu membuat sarang baru di pohon yang sama. Kali ini sedikit lebih tinggi dari posisi sebelumnya. Meski diamati, Ibu mendekati, Bapak bikin kursi, si burung tetap beraksi, cocok bagi yang ingin meneliti, melihat langsung proses pengerjaan konstruksi. Terbang, datang, pergi, bolak-balik membawa dedaunan dan bunga-bunga tua untuk membangun rumah mereka.

Good luck dan semangat ya.! Semoga berhasil bangunannya, cocok keadaannya, menetas telur-telurnya, banyak keturunannya, biar rumah jadi rame di penuhi burung-burung cantik nan merdu suaranya. ^_^

Temani Ibuk dan bapak dirumah yaaa... J


Rabu, 18 September 2013

Sepi

Izinkan aku membenci
Biarkan aku jalan sendiri
Meski itu teman sejati
Aku tak akan peduli
Terlalu menyakiti
Perih memang
Dan itu mengukuhkan
Biasa
Terbiasa
Hingga bisa
Hanya ingin sendiri dan menyendiri

Minggu, 15 September 2013

Burung Bodoh

Ini kisah serius, beneran deh. Ngga bohong.
Ini kisah ajaib, terjadi dan benar-benar nyata.
Ntah ini nikmat atau hanya keberuntungan belaka.
Seekor burung, burung bodoh menurutku.
Pernahkah sebelumnya seekor burung membuat sarang didepan pintu rumah manusia?
Haaaaa… serasa di negeri dongeng.
Mungkin ini berkah untuk keluarga kami.
Ya, Burung Bodoh. Burung yang sangat Bodoh menurutku.
Kenapa???
Karna dia membuat sarang tepat di depan pintu rumah ku.
Ya, aku melihat dengan mata kepala sendiri detailnya,.

Sarang Burung Diujung Pohon Cemara


Pagi itu, seperti biasa aku duduk diruag tamu. Ruang  yang sangat menyenangkan bagi ku dan Puja (adik laki-lakiku). Ya, disana kami sering berdiskusi, mengerjakan tugas dan tidur siang. Pagi yang menyengkan, pagi yang menyegarkan. Aku duduk menghadap pintu menikmati udara pagi di kotaku.

Burung-burung bernyanyi, daun-daun bertumbuh, bunga-bunga mekar, awan beriring ditiup angin. Tiba-tiba seekor burung kecil berwarna kuning terbang membawa daun-daun usang nan kering, daun padi sepertinya, mengantungkannya pada ujung cemara yang terletak di depan pintu rumahku. Aku mengamatinya. Selalu begitu.

Sayangnya aku tidak berada dirumah setiap hari. Universitas yang jauh membuatku tak pulang kerumah. Sekali seminggu, pulang jum’at balik minggu. Selalu begitu. Itupun jika tidak ada kegiatan di kampus. Kalau ada? Bisa sekali sebulan.

Minggu pertama, pembuatan sarang. Minggu berikutnya setelah aku pulang, sarang itu telah berisi. Rasa penasaran membuatku memasukan telunjuk untuk mengecek sarang itu. Ada dua buah telur di dalamnya. Tak berniat menganggu. Aku hanya mengamati. Setiap kali mendekati pintu, si burung selalu pergi, menghindar. Hal ini membuatku risau. Takut telur-telur itu tak terselamatkan karna tak dierami induknya.

Minggu selanjutnya, masih penasaran, aku lihat kedalam sarang. Telur-telur itu belum menetas. Ibu ku bilang, posisinya sudah tak seimbang. Sepupuku Yudha mengambil telur-telur itu keluar dari sarang. Untungnya Yudha bukan anak yang nakal. Setelah dinasehati Ibu, Yudha mengembalikan telur-telur itu kesarangnya. Sekarang letak telur-telur itu tak berdekatan.

Minggu ke empat. Aku takut mendekati pintu. Hanya membuka setiap pagi, dan menutupnya disore hari. Hey, keanehan terjadi. Burung itu berani mendekati pintu meski posisiku diruang tamu. Aku mengamati. Setiap hari 2 ekor burung takut-takut mendekai rumah. Mereka bergantian terbang mendekati sarang. Seekor mengamati dan seekor lagi pindah dari satu dahan bunga hias ke dahaan bunga hias yang lain kemudian menggantugkan diri disarangnya. Waw.! Ternayat elur itu telah menetas.

Setelah mereka pergi mencari makan lagi, aku mendekati sarang mendekatkan wajah dan melihat. Hanya ada satu anak burung. Berarti hanya satu telur yang berhasil menetas. Apa karna telur itu diganggu Yudha? Emmp… entah lah.! Terlepas dari itu, aku bersyukur sekali burung itu bisa selamat.
Heran. Ternyata anak burung itu tidak bersuara. Mungkin hal iu juga yang membuat burung-burung itu berani membuat sarang di depan rumah.


Aku selalu senang mengamati, diam mematung ketika burung madu iu datang. Kesenangan tersendiri bisa melihat kejadian seperti ini secara langsung. Apalagi jika ditemani bapak. Ssssstsss,, Pak, diam dulu, matung ya.! Jangan goyang-goyang ntar induknya ngga jadi datang.” Candaku pada Bapak.

Iseng, ketika induk-induk itu pergi aku mendekati sarang. Anak burung kecil itu tak keluar, bersuarapun tidak ketika aku meniup-niup sarangnya hingga bergoyang-goyang. Lucu, lucu sekali. Si anak akan keluar jika sarangnya di pegang. Mungkin persis dan sama halnya ketika si induk mengantung disarang untuk memberi makan. Burung itu keluar, mengeluarkan kepala dari sarang, memanjangkan leher, membuka paruh, mangap-magap seperti ikan. Hehehehehe



Sungguh, burung-burung yang bodoh. Beruntung si burung bersarang dirumah yang  tuan rumahnya baik hati dan berbudi luhur. Hihihihihihi

Minggu ini aku tidak pulang. Berarti aku tidak tahu bagaimana perkembangannya sekarang. Semoga saja anak burung itu bisa tumbuh sebagaimana mestinya. Aaaaammmiiinn..

Sabtu, 14 September 2013

Ucapan Yang Terlihat, Thaks So Much ^_^

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan,.
Ya, perpisahan yang memisahkan, perpisahan yang mendatangkan kerinduan,.

10 Minggu, mengabdi mencari ilmu, berbagi dan menempatkan diri,.
W terpilih, eh bukan,. Memilih maksudnya. Bersama mereka (teman-teman magang w tentunya), memilih "Pengadilan Agama" sebagai tempat buat kami melaksanakan praktek, menggali ilmu sesuka kami,. Hehehehe

Disana, W ketemu orang-rang baru dan mulai bersosialisasi,. Berkenalan dan berbagi,. Seru.!!! Seru sekali.!!!

Simak ya... w bakal bercerita,.
emmpp,, cerita dari mana??? awal datang aja ya :)

Pagi itu bersama Chipa dan Yonha w bersiap untuk magang di hari pertama,. Berjalan dengan sangat riang dan penuh semangat. Deg-degan karna mesti kerumah Dosen dulu buat jemput Beliau untuk bersama ke Pengadilan Agama Bukittinggi mengantar kami.

Hari pertama yang berseri-seri, berseri karna kesalahan dan perkenalan,.

Ini hari pertama, dengan perasaan penuh warna masuk kedalam ruang yang isinya orang-orang berperkara, ngga semua sih. Pagi itu banyak pegawai dan para hakim juga. Maklum, rutinitas apel pagi mengharuskan seluruh staff berbaris rapi.
Meja Reseptionis dan Informasi, Ibu paruh baya menggunakan Blazer khasnya duduk manis dibelakang meja. 
"Permisi Bu, ada Bapak Ketua?" Salah satu teman bertanya
"Bapak Ketua, Siapa?" Si Ibu bermaksud menanyakan nama
Terdiam, terbata, tidak tahu,. Ya, kami tidak ada yang tahu,.
Karna apa??? Karna memang, sebelumnya kami hanya ketemu dengan bapak panitera dan kakak serta abang yang bertugas dilantai satu,.

Kesalahan Pertama: "Mencari orang tanpa tahu Nama" It's a Big Mistake, error.! Hihihih
Jangan tanya respon dosen w,. "Maaf Ya Bu",.
Kami berjanji "Tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi"

Dan bodohnya lagi, di dinding sebelah finger print telah terpampang rapi nama Ketua, Waka, Panitera, Sekertaris, Wapan dan para Panmud,. Gubrak.!!! Tolol banget,.
Zonk berikutnya di pagi yang begitu Indah bagi beberapa orang yang lagi bahagianya di hari itu, Ibu yang kami tanyai ternya Bu Hj. Helmi Yunettri selaku Waka Pengadilan Agama,. Hadu maluuunyaaa -_-"

Itu lah gunanya belajar. Kalau selalu benar, kapan belajarnya coba.!!!

Next, setelah diserahkan Bu Helmi meminta Pak Imam selaku Wapan mengantar kami jalan-jalan berkeliling Pengadilan Agama untuk dikenalkan kepada seluruh Pegawai dan Staff yang ada. Dari lantai dua menuju lantai tiga hingga lantai satu dan kembali ke ruang Wapan.

Kita layaknya anak ayam, siapa yang pertama dilihat itulah yang menjadi Induk,. Meski Pak Imam bukan orang pertama yang kami lihat, tetapi Beliaulah yang berjasa mengenalkan kami kepada seluruh pegawai dan staff yang ada. Sehingga, sepanjang hari hingga akhir magang kami Ruang WAPAN lah yang menjadi Basecamp kami,. Jihahahahahahah...
Maaf telah merepotkan bapak-bapak dan ibu-ibu,

Sebelum lanjut, w bakal ngenalin penghuni ruang wapan dulu,. W ngga bakal kasih liat Foto, kalau pengen tahu, silahkan kunjungi web Pengadilan Agama Bukittinggi di http://pa-bukittinggi.go.id
Bapak Asri Mukhtasar, Beliau adalah orang yang dituakan diruangan kami karena memang beliau lah yang paling tua,. Hehehehe
Next, Ada Bu An yang selalu menasehati kami, Bu Minda yang paling heboh dan easy going, Pak Mul yang selalu berbagi Ilmu dan pengalaman serta bang Fadil yang selalu jarang berada diruangan. Eh, ada yang tinggal. Di ruang ini juga ada Pak Dahlan yang selalu rajin bekerja di kursi tamu ruang Wapan. Yang paling cepat matiin laptop karna ingin segera pulang ke Pariaman nun jauh disana,. Hoho
Karna sifat kekeluargaan yang begitu besar, rasa ingin tahu pun berkembang sebesar kekeluargan kami,. And than munculah Group Kepo Ruang Wapan. Yiha.!!!

Semuanya asyik-asyik,. Kita juga dapat teman magang baru dari AMIK dan AKTAN,. Ada Mega, Tia, Rika, Idev, dan Yogie si Gendut,. Mereka semua Asyik.!!! Ditambah lagi Kak Cuya, pacarnya bang Gerhana yang membuat hari-hari kami di pengadilan semakin seru,. Yippy.!!!
Om i, Pak Wing yang biasa dipanggin "Pak Sabun Cuci" oleh si Yonha,.

Bakal panjang banget ni ketikan W,. Gimana cara memperpendeknya ya???
Di bikin ala kata pengantar aja deh,.
W kasih nama, "Secangkir Ucapan"
Ini cangkir, cangkir ini berisi air hangat manis yang akan membuat hati si penerima berbunga-bunga,.
alay,,,
This is it.!
Thanks so much buat Pak Syahrial Annas (Ketua PA-Bukittinggi) yang telah berbaik hati menerima kami,.
Thaks to Bu Helmi yang telah bersedia menjadi pembimbing kami, berbagi ilmu dan meminjamkan buku pada kami, dan menasehati kami,. Makasi banget Bu... :)
Thanks buat pak Panitera yang bersedia merelakan waktu berharganya untuk menasehati kami dan mendengarkan suara indah W,.
Thaks untuk Om i yang sudah membantu kami dalam banyak hal, mendengarkan curhatan kami yang sering nanyain apa kami sudah mendapatkan apa yang kami inginkan,.
Makasih juga, Buat Pak Sabun cucinya Yona- moga cepet ketemu jodohnya ya ^_^, Bang Ge dan Kak Cuy-Langgeng ya Say ^_^, Kak niki-thanks traktirannya kak.. :) Kak Ayu, kak Dira, dan Semua Warga lantai Dua,.

Mari turun ke Lantai Satu, Makasih Buat Bang Adam, Kak Aida, Kak Ira dan Bang Widi,. Makasi sharing dan ngobrol-ngobrolnya. Bermanfaat sekali diskusi kita,.
Makasi juga buat Pak devi yang lucu, yang selalu riang bahagia setiap hari,. Selamat ya pak, sekarang sudah pindah ke lantai 2 :)
Makasi kak Mila, Kak Tia, Bu Yusni,.

Bundoooooo,,,, makasih.... Bundo ini sebenarya paling berkesan bagi W,. W pengen banget melukin bundo tiap hari,. Sayang, W cuma bisa menyimpan dalam hati,. Menutup rapat sendiri tanpa memberi tahu siapapun,. Hanya bisa tersenyum dan merindu. Bundo itu mirip banget sama Mbah Ndut,. Orang tua angkat bapak W,. Senang, bisa sedikit melepas rindu :*
And all of you para panitera pengganti,.
Eh, ternyata sudah naik kelantai tiga aja,. Plus buat semua hakim khususnya Pak Dasril. Makasih telah berbagi pengalaman pak... :)
Thanks juga buat nasihatnya "Carilah pasangan yang mengerti kita, bukan karna hartanya" :)
Eh iya, thanks juga buat Pak Basa,. Makasih telah sharing ilmu tentang kehidupan, dan orang-orang sufi" dan buat Pak Khairul yang selalu nawarin buat main ke Sungai Tanang :0

Oya, ternyata di Pengadilan Agama Bukittinggi ada banyak warga Solok. Senengnya ketemu orang-orang sekampung,.

Masi ada yang belum kesebut ternyata, Bu Jum, Bu Pik, maksih telah banyak membantu dan memberi informasi pada kami. Dan buat semua masyarakat pengadilan yang ngga bisa kesebut namanya satu persatu, Makasiiii banyak... Kami bahagia bisa menjadi bagian dari Pengadilan Agama Buktiinggi,. Meski cuma sebentar dan mungkin merepotkan bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di Pengadilan,.

Sempat juga sih, waktu itu bikin artikel untuk di kirim ke koran tentang magang diPengadilan, tapi ngga jadi dikirim karna beberapa kendala,. Ntar deh, W posting di Postingan Berikutnya,. :)

Seru banget deh pokoknya,.

Even seru selain disibukkan dengan rutinitas kerja:
> Berbuka dan Nongkrong bareng
> Halal Bihalal
> Shalat Berjemaah dan kultum
> Upacara 17'an dan Ultah MA
> Sarapan Bareng
> Senam yang terlewatkan berganti Pemotretan langka di Jum'at ceria
> Karaoken diruang sidang
> Pimpong di hari-H ketika pamitan

Jika ada yang tertinggal atau terlupakan, silahkan postkan pada kolom komentar,.Hehehehe

Selasa, 13 Agustus 2013

Lebaran & Peningkatan

Lagi-lagi w ngga merawat blog w yang notabenya masi seumuran jagung, masi bayi banget. Untung ini blog  bisa ngurus diri sendiri dan ngga mati hingga saat ini.
Haduuuuu… berkali-kali w nulisin hal yang isinya penyesalan tapi hasilnya???? *silahkan simpulkan sendiri.
Semoga aja ada orang yang mengunjungi blog w, biar ni blog ngga lumutan. Hahahahaha #miris
Lebaran usai. Eh, blom. Masih dalam suasana lebaran maksudnya.
“Minal aidin walfaidzin maaf lahir batin” buat semua pembaca, penggemar, orang nyasar dan semua kalangan yang ngga sengaja menemukan blog w ini. Hehehe
Mari berlebaran, semoga segala amalan kita diterima disisi-Nya,. Aaaammmiinnn..
Ngomong-ngomong soal lebaran, minggu ini 11 Agustus 2013 w dan adik w (Si Puja) berserta rekan-rekannya (Rizki, Maiza dan Bayu) berlebaran mengunjungi Kota Bukittinggi sekalian ngantar w untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari dan menghabiskan jatah THR dari sanak family. Pepatahnya Sekali menrangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”,.
Rencana awal, kita bakal berangkat pukul 6 pagi. Berhubung w masi ngantuk, cuaca mendayu dan menina bobokan w lagi setelah shalat subuh, akhirnya kita berangkat jam DELAPAN pagi. Hey, ngga sepenuhnya salah w. Mendung + hujan yang bikin keberangkatan kita di delay. Ok, NGGA SEPENUHNYA SALAH W.
Banyak hal yang terjadi sepanjang perjalanan, ada duit terbanag lah, si Bayu yang dabrak bamper mobil orabg lah,  topi jatoh, sampai nungguin rombongan yang ternyata malah melewati si penunggu,. Hadooow…
Fokus tulisan w bukan tentang ini, tapi tentang great wall sampah dan seorang bapak. Benar ketikan Bundo waktu itu. Yang bilang, kalau ternyata dingarai ada bnyak sampah plastiknya. Sekarang aja, di jembatannya malah ada tulisan “Orang Beriman ngga buang sampah sembarangan”,. Sayang, itu ngga mempan. Di depan ,mata, hidung, mulut, jidat dan kepala w sendiri seorang bapak membuang sampah  gelas plastic tempat air mineral kea rah ngarai… eeeemmmppp :/ Bayangkan saudara-saudara.!!! Ngga tau lah, apa memang tu bapak ngga beriman, atau beliau ngga baca tu tulisan.
Tapi ngga papa, toh ada uang kebersihan yang di pungut secara suka rela. Berarti telah ada pahlawan dengan jasa untuk membasmi sampah-sampah hasil kotoran manusia.
Terlepas dari itu semua, pada hari minggu itu kami jalan-jalan keliling Bukittinggi yang hingga hari ini pun macetnya ngga ketulungan, ada banyak penggunjung dan pasti susah banget buat nyari parkir kalau matahari sudah menampakkan diri. Rute perjalanan kami setiba di Bukittinggi : Kostan w > Greatwall > Ngarai > Greatwall lagi > Lobang Jepang > Pasar atas (Shopping). #intermezo
Mari balik lagi ke greatwall. Bapak yang w maksud pada tulisan yang bercetak miring dan tebal di atas bukan bapak yang membuang sampah sembarangan. Tapi, ni bapak adalah hero (*ternyata bukan) yang w kira dengan lapang dada mungutin botol-botol plastic bekas minuman orang-orang tak beriman. Meski w tau nantinya bakal beliau jual dan menghasilkan uang buat makan dan menghidupi keluarga. W kira beliau bakal mungut tanpa jasa, tapi ternyata???? Ngga masalah ni tempat jadi ladang uang bagi beliau. Tapi, kalau sekiranya orang-orang tak beriman itu berubah menjadi orang-orang beriman yang membuang sampah pada tempatnya. Pasti si bapak yang w anggap hero jadi-jadian ini ngga bakal kesusahan dan kehausan. Tinggal mungutin disatu temapt semua jadi beres. Tapi apa??? Akibat orang-orang tak beriman (maaf-slogannya bikin w ngejudge :D) ni bapak jadi susah ngumpulin botol-botol platik. Akhirnnya bercucuran keringat terkapar di salah satu anak tangga, duduk kelelahan dan kehausan.
Sayang beribu kali sayang, kebaikan seseorang langsung disalah artikan dan merubah perilaku ni bapak. Awalnya w simpati banget, kagum. Ya ampun, so sweet sekali ni bapak. Ngumpulin sampah plstik.
Eh, ada ibu-ibu yang mungkin karna simpati, empati dan murah hati akhirnya ngasih uang ke senilai Rp. 50.000,-. W sih awalnya biasa aja. Melanjutkan perjalanan hingga tangga terakhir, tangga kemenangan, tangga puncak, tangga yang bikin loe pade nyampe di Koto Gadang, tangga yang juga mengharuskan w balik lagi turun ke bawah supaya bisa pulang kerumah. Meski sebenarnya ngga harus turun tangga lagi untuk pulang. Tapi  motor yang tinggal mengharuskan kami kembali menuruni anak tangga.
Taukah Anda sekalian, w menuruni anak tangga dan menemukan bapak itu lagi. Masih sama, posisi istirahat, masih duduk juga, nyender ke dinding pembatas tangga juga. Yang istimewa adalah tambahan embel-embelnya. Setelah w tinggal beberapa menit tu bapak langsung memegang hal isitimewa ditangannya. Ya, sebuah botol platik air mineral gelas yang didalamnnya sudah berisi uang kertas dengan jenis, ragam dan warna yang berbeda. Huuuuaaaaaa,,,, dari hero menjadi zero. Dari ngumpulin botol-botol plastic beralih menjadi gembel, tukang minta-minta yang mungkin kerjanya lebih gampang. Toh cuma duduk menunggu rezeky datang.
Hoalah, mending tukang sapu bersih-bersih yang ninggalin tong dideketnya. Beliau memberi bantuan fisik, pengunjung juga membantu secara materil. Itu lebih adil menurut w.
Mungkin ngga banyak yan bisa nangkap maksud dan tujuan tulisan ini. Sengaja juga ngga w kasih foto, karna memang waktu itu ngga w abadikan. Ragu-ragu buat mengabadikannya.
Semoga bumi tetap sehat dan kuat meski penghuninya ngga mau tau dan ngga merawat.
Berharap banget semua orang punya kesadaran tinggi dan mau merubah kebiasaan buruk ini. Meski itu tidak MUDAH.

Ganbatte.!!!

Minggu, 16 Juni 2013

Mengertilah

Apa mereka bisa mengerti???
Enggan selalu menghantui
Bisakah aku mengiklaskan diri???
Ingin, tapi tak dimengerti
Mereka terlalu rumit
Enggan hilang akibat hubungan khusus ini
Aku ingin peduli, tapi mereka tak mengerti
Aku tak ingin pergi
Tak ingin bertemu kembali
Mereka yang menyakitkan hati

Please, mengertilah…

Lihat Sikon

Bercanda/ joke merupaka kegiatan yang dilakukan seseorang semata-mata hanya untuk hiburan atau candaan dengan menjahili orang lain, mengolok-ngoloknya atau sedikit membuat tipuan. Memang tidak ada orang yang melarang untuk melakukan hal ini tetapi terkadang beberapa orang melakukannya dengan berlebihan.
Seharusnya, kita sebagai manusia dewasa harus pandai membaca situasi. Ngga Cuma orang dewasa sih sebenernya, remaja apalagi mereka yang punya akal harus tau kapan saatnya bercanda, kapan saatnya harus serius. Terkadang hal ini dapat membuat hubungan seseorang menjadi rengang, bisa saja hal-hal seperti ini dapat menghancurkan pertemanan seseorang yang telah terjalin.
Sebuah kisah nyata yang terjadi dikota Solok beberapa hari lalu. Anak SMP yang terjatuh dari motor karna bergurau dengan temannya. Sebut saja namanya X. Sepulang sekolah X bertemu dengan temannya yang juga hendak pulang dengan menggunakan motor. Ketika itu, si teman telah membonceng teman lain. Ngga tau kenapa, temannya ini bersedia memberikan tumpangan pada si X. Merekapun boncengan dengan muatan lebih, dengan posisi Temen X (sebagai pengendara), temennya X yang satu lagi dan paling belakang si X sendiri.
Di jalan hendak pulang, teman X yang lain bercanda dan tidak sengaja menarik pakaian X sehingga X kehilangan keseimbangan dan terjatuh. X akhirnya muntah-muntah dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok. Setelah di rontgen, X tidak mengalami retak pada kepala. Kemungkinan X terluka di bagian dalam otaknya atau mungkin sarafnya yang kena.
Kisah lain: diangkat dari film Zombie Island. Si artis membuat lelucon dan berpura-pura menjadi Zombie saat temannya menonton. Alhasil, reflex temannya menembak dan nyawanyapun hilang.

Jadi berpandai-pandailah melihat situasi, kapan harus bercanda-kapan harus serius. Dan juga, berhati-hati dalam berkendara, jangan sampai melanggar peraturan-peraturan yang telah ditetapkan karna itu akan sangat mengganggu baik itu kepada diri sendiri maupun orang lain.

Kamis, 13 Juni 2013

Holiday Part VI (Gunung Merapi Sumatera Barat)




Waaaaahhhh,,, udah liburan semester enam. Sebentar lagi W wisuda J
Aaaaammmiiiinnnn ^_^
“Harus bisa, Wisuda Tepat Waktu…!!!” (Tekad Kuat-tangan dikepal acungkan ke udara)

Seperti biasa, setelah selesai ujian akhir semester (UAS) harus ada liburan, refreshing dan hiburan. Tapi, liburan semester enam ini bagi kami (Mahasiswa Psikologi UNP angkatan 2010) diisi dengan Praktek Kerja Psikologi alias PL alias Magang. Namun demikian (ci’ileeee,,, N-A-M-U-N D-E-M-I-K-I-A-N) liburan kali ini ngga kalah seru dengan liburan-liburan sebelumnya. Lebih special dan berbeda tentunya.
Mari kita flash back dulu, chek it out:
Holiday Part I:    >Solok (Kebon W, Angin Berhembus, Pulau Belibis & Danau Singkarak)
                          >Padang (Karaokean @Happy Family & Alun [Tepi Laut])
Holiday Part II:   >Maninjau (Puncak Lawang)
                          >Padang Panjang (Minang Fantasi)
                          >Pariaman (Pantai Gandoriah)
Holiday Part III: >Bukittinggi (Muterin Kota & Wisata Kuliner)
Holiday Part IV: >Kunjungan Kerumah-rumah ::Padang (Mama Yuni [Rumah Dani Kopales], Rumah Aciq    si   tataa Be, Rumah Etek si Yona Tukiyem, Rumah ii)
                           >Solok (Rumah W)
                           >Back To Bukittinggi (Rumah Bayaik)
                           >Pekan Baru (Mengunjungi Kota Bertuah)
                           >Pangkalan (Rumah Dila)
                           >Payakumbuh (Rumah Ori & Ipy)
Holiday Part V: >Solotigo (Pulkan & Taon Baru)
                         >Boyolali (Ekowisata Air & Kuliner)
                         >Solo/Surakarta (Shopping)
                        >Semarang (Silaturahmi @Rara Kost, Lawang Sewu, Kuliner & Main Air @Water Blaster)

Dan inilah diaaaaa,,,, Holiday Part VI…… Tatararararararararararararaa:::::
“T-A-D-A-B-U-R A-L-A-M @P-U-N-C-A-K M-E-R-P-A-T-I di Gunung Merapi Sumatera Barat”

Puncak Merpati


Subhanallah sekali liburan semester VI ini. Meski kaki nyeri, betis makain besar, badan sakit-sakit, tapi kepusan batin yang didapat sungguh LUAR BIASA :D.

Rabu, 5 Juli 2013 ujian terakhir (Pemimpin Organisasi dan Manajemen) usai. Kami berkumpul merencanakan apa-apa saja persiapan untuk berangkat ke Merapi. Malamnya setelah magrib kami keluar mencari perbekalan (Makanan Ringan, Tissue dan lain-lain).
Berdasarkan permintaan Yona, kami breafing dulu sebelum magang dan liburan. Melepaskan segala penat dihati, saling mengingatkan dalam kebaikan, koreksi diri dan saling berbagi cinta. Hehehehe :D
Jadilah malam itu kami tidur sekitar jam satuan [Padahal bapak sudah mengingatkan agar tidurnya ngga larut supaya besok (mendaki) punya tenaga ekstra-tapi ngga papa, pengecualian untuk hal-hal seperti ini].
Kamis Pagi, 6 Juli 2013. Bangun, shalat subuh dan tidur lagi. “Cup tidur dulu ya, jam 7 bagun lagi” W bilang ini ke-LF. Mata masih berat karna semalam tidur larut.
Jam 7 lewat, Dila: Mbak tapi katanya jam 7
W: Jam tu cepat mah (Bobok lagi)
7 lewat seperempat (Dijam kamar W yang sengaja dipercepat 15 menit) W bangun. Bersiap dan beres-beres bersama yang lain. Tepat ketina Nurmaya O Sianturi datang ke kost untuk menemui Yona.
W bangun, nyuci piring yang udah numpuk banget (banyaknya segudang), terus bantu sohib-sohib w masak nasi, nasi goreng, bungkus nasi,packing barang, dll.
Janji diawal, jam 9. Tapi kenyataannya kita ngumpul udah jam 9 lewat dengan alasan masakin nasi goreng buat anak-anak. Berangkat ke koto baru setelah nungguin angkot yang lumayan lama juga datangnya + makin lama dengan hilangnya XYWON (ponsel W) yang ternyata bersembunyi di balik bantal kostan W).
Ngelapor di post penjagaan (deket tower dikaki gunung merapi), buang air kecil dan berangkat tengah hari (kalau ngga salah ni ya, waktu itu jam menunjukkan pukul 12 kurang 10).
Pos tempat melapor

Pos I (KM 1) terlewat. Istirahat bentar, ngos-ngosan, bibir kering dan minum air. Lanjut ke KM berikutnya. Adzan, kebetulan kita berada disumber air. Shalat Dzuhur jamak ke Asar dan lanjut melakukan perjalanan.
Karena berangkatnya siang, jadi lumayan capek. Yang awalnya kita satu team jadi terpecah  beberapa kelompok sesuai standar kekuatan masing-masing. Yang paling belakang, Ipy dan Aldo. Waktu itu Ipy kurang enak badan karna berhalangan. Hahahahaha
KM 2. Samapi di Post 2, kita makan dulu. Ngga ada cuci tangan, langsung lahap hidangan. Setelah itu, menggunakan handycare untuk membersihkan sisa makanan ditangan. Perjalananpun kami lanjutkan.
Oya, kalau mendaki merapi jika bertemu manusia dari kalan lain kita memanggilnya dengan sebutan BAPAK untuk laki-laki dan IBU untuk perempuan. Bukan kakak/abang/mas/mbak.
Lelah, tapi itu tidak mengurangi semangat kami. Walau jalan yang ditempuh banyak jurang dan hutan-hutan. Medan yang lumayan berat adalah medan yang penuh akar pohon. Butuh tenaga ekstra untuk melangkah dan memanjat. W sampai merangkak, menggunakan tangan sebagai bantuan memegang akar yang lain.
Detik-detik menuju pintu angin. Setelah melawati jalan yang berterowongan (terowongannya ngga panjang kok). Kami semua berhenti untuk menunggu teman lain agar bersatu kembali. Waktu itu, yang satu rombongan sama W : Puja, Ozzy, ii dan Devi. Sebelumnya, setelah KM 4 Ozzy menjadi pemimpin klan yang beranggotakan Udo Alfi, Afri dan Dani. Sayang dia menjerumuskan ke jalan yang semakin lama semakin kecil. Kaki kiri di jalan setapak, kanan di jurang. Untung mereka cepat sadar dan ngga hilang :D.
Setelah semua berkumpul, kami melanjutkan perjalanan. Istirahat di pintu angin sambil mengecek air. Setelah puas berjalan, kami lanjut berjalan hingga cadas dan mencari tempat PW untuk camping. Berasa OK, kami mendirikan tenda,.
terowongan sebelum masuk pintu angin (padahal bisa lewat atas) :D


Indah sekali. Pemandangannya tak terbilang. Kami berfoto, menikmati keIndahan Sunset di atas Gunug Merapi. Lampu-lapu bertebaran di lembah. Indaaaaaaahhhhh bgt.! Dari atas sana terlihat Kota Bukittinggi. Lembah berlampu.! Ada yang diam menghiasi dan ada yang berjalan, beriringan saling berpapasan.
Sunset

Magrib, kamipun shalat. Ntah kenapa, kalau digunung itu berkebalikan. Para cowo mulai memasak(Yang masak cowo-bukan cewe). Kami makan malam. Kalau sudah lapar, apapun akan terasa nikmat.
Dingin menyelimuti. Shalat Isa dan bersiap untuk tidur. Dingin mencekam, kadang-kadang kakiku keluar tenda. Dinginnya membekukan. Apalagi setelah lewat tengah malam + Hujan. Ujung tenda sudah sampai ke muka. Bayaik bangunin kita semua. Meminta terpal yang kita gunakan sebagai alas untuk dijadikan penutup atap agar air tidak merembes ke dalam tenda. Beberapa jam kita bisa tidur dengan nikmat, namun detik-detik datangnya pagi, tenda kembali mengenai muka. Kali ini berair dan bikin basah. Mana Sleeping bagnya ngga nahan air. L
Samapi pagi tiba (Pukul 06.00 WIB), kami keluar untuk shalat subuh dengan bertayamum. Dingin kembali membekukan. Tangan dibuat perih olehnya. Sungguh-sungguh dingin. Benar-benar pagi yang dingin.
Lagi-lagi lelaki yang masak, buat kopi, capuchino dan minuman hangat lain. Setelah sarapan kami berkemas, packing barang kecuali tenda dibiarkan tetap kokoh berdiri.
Setelah itu perjalanan di lanjutkan ke REAL PUNCAK MERAPI.
Naik-naik kepuncak gunug, tinggi-tinggi sekali. Kiri-kanan kulihat saja banyak bebatua a an. Kiri kanan kulihat saja, batu isinya semua. Bener-bener batu. Tanaman paling Cuma satu dua. Batu mendominasi semua area. Samapai kita benar-benar berada di puncaknya. Keren.! Cuma itu kata yang bisa W sampaikan.
Puncak merpati, memang bukan puncak tertinggi. Tapi cukup tinggi untuk dinaiki.
Teman-teman berniat mengunjungi taman Adelways (bunga abadi). W pengen ikutan, baru perjalanan awal, W ngga sanggup, terbatuk-batuk hingga susah bernafas. Belerangnya membuat pernafasan W tersendat. Sedih memang, tapi apa boleh buat. Hanya bisa manikmati gambarnya dan memandang tu taman dari kejauhan.
Mengisi waktu menunggu yang lain, w ii dan devi melaksanakan duha dipuncak merapi dengan angin yang cukup kencang dan udara dingin yang menggetarkan. Subhanallah. Maha Besar Allah dengan segala keindahan Alamnya.
Setelah selesai Duha, Aldo mengajak kami mengunjungi bunga Adelways yang tumbuh di bagian puncak lain yang cukup terjangkau oleh kami J. Setelah puas disana, kami mengaji dan istirahat.
Cukup lama kita beristirahat disana dan akhirnya kita lanjutkan berjalan hingga batas cadas sebelum kembali ke perkemahan kami. Bertekad nunggu yang lain, kami mengisinya dengan bernyanyi menyapa semua bapak dan ibu yang berlalu lalang.
Semua lagu telah kami nyanyikan, dari lagu minang, pop, dangdutan hingga lagu anak-anak. Namun, rombongan yang kami tunggu-tumggu tak menunjukkan batang hidungnya. Masih bersabar menunggu hingga akhirnya butiran-butiran air turun mengenai kulit membasahi kami. Hujanpun turun. Meski tidak lebat, kami bergegas turun dan berhenti menunggu anggota rombongan lain. Dengan bahagia kami turun sambil bersenandung dan menyanyikan lagu-lagu nasyid.
Hey, tak lama merekapun terlihat diujung puncak, hendak turun juga ternyata.
Kitapun sampai di camp. Istirahat sebentar, kemuan shalat dzuhur yang langsung dijamak ke asar.
Kali ini yang masak untuk makan siang gabung aja, ada cewenya, cowonya juga ada. Tapi yang mendominasi tetap cowo. “Bayaik”. Thanks Yaaaaiiiiikkk… ^_^
Next, kita makan siang. Ngelipat tenda dan membersihan tempat perkemahan dan lanjut pulang.
Pulangnya seru. Tinggal lari-larian dan ngga seberat ketika mendaki.
1 hal yang waktu itu kita cari, yaitu sumber air. Karna memang di merapi airnya susah sekali. Untuk shalat aja mesti bertayamum, jangankan itu untuk minum saja dijatah.
Intinya: Liburan semester ini berbeda, menikmati alam, dan lebih efisien untuk mengisi waktu liburan yang lumayan singkat ini.
Singkat, padat, menyenagkan dan terpampang nyata keindahannya.
 
Kawah Mati di Merapi

Kawah Merapi

Taman Adelwis dari kejauhan

Danau Singkarak dari atas gunug

Kawah Aktif

Danau Singkarak


Taman Adelwis


Tips: kalau mendaki gunug, istirahatnya jangan kelamaan. Ntar untuk mulai melakukan perjalanan lagi akan gampang lelahnya. Kalau istirahat jangan duduk. Cukup istirahatnya berhenti jalan sambil berdiri atau menyandarkan diri ke pohon. Kaki ngga bakal sakit karna kaget (habis duduk, langsung jalan, duduk lagi, dibawa jalan lagi. Ini bikin kaki sakit dan kita jadi cepat lelah)

Kamis, 23 Mei 2013

Tersadar

Menulislah,,,
Karna tulisan itu..?
Beberapa memang paham
Beberapa lagi tidak
Tak semua orang tau
Tapi itulah yang terjadi
Tak perlu berkecil hati
Yang penting berbenah diri
Konsistenlah,,,,
Dan lakukan dengan senang hati

Kostan,  23 Mei 2013; 14.10 WIB

Senin, 29 April 2013

“JANGAN COBA-COBA JIKA ITU BERBAHAYA”


Sore ini saya dan Fadilah kembali menikmati keindahan kota Bukittinggi. Penasaran ingin mencicipi ikan bakar suri kami membeli sebungkus nasi. Seperti biasa, setelah menunaikan ibadah shalat magrib di masjid raya kami menikmati si ikan suri. Duduk dipinggir taman jam gadang (arah jam tiga disebelah kanan tangga), nasi sebungkus berdua + pemandangan lampu-lampu kota. Nikmat, lezat dan sungguh mengagumkan.
Sayangnya, selain menyapa pengunjung yang lalu lalang kami melihat kejanggalan. Sambil menikmati sebungkus nasi, kami mengamati dan berbincang-binang. Tak disangka-tak diduga, seorang bapak-bapak, menggunakan tas sandang samping, memengang rokok mondar-mandir di samping kami.
Dua pemuda duduk dikursi taman yang telah disediakan. Ya, sepertinya mereka melakukan hal yang sama (menikmati lampu-lampu kota dan jam gadang tentunya). Sibapak tiba-tiba mendekat kearah mereka, berdiri agak lama dan menyapa. Kami tak tahu dan tak mendengar apa yang mereka perbincangkan. Akhirnya, dua pemuda ini pergi meninggalkan si bapak dengan gelagat yang cukup aneh.
Saya heran dan penasaran. Terus mengamati. Sedang Fadilah sibuk mengingatkan untuk berhati-hati
***
Sambil menghabiskan nasi yang tersisa, saya melihat dua pemuda lagi duduk dikursi yang tadi. Mereka asyik menikmati alam Bukittinggi. Tak lama, si bapak tadi datang kembali. Melakukan ritual yang sama. Mendekati dan mengamati. Kali ini ia mengeluarkan kotak rokoknya, memanjangkan tangan kea rah pemuda. Namun, taka ada respon dari mereka. Si bapak pun menyapa, membuat perbincanagn singkat hingga akhirnya salah seorang pemuda mencolek temannya dan pergi meninggalkan lokasi.
***
Kami selesai, ikan dan nasi telah habis. Hanya rasa penasaran yang tersisa. Kamipun memberanikan diri bertanya, mengejar si pemuda.
Di depan Ramayana:
“Da.. da.. manga apak tadi da?”
Kami tidak menerima jawaban, salah satu dari mereka memberikan senyum keraguan.
“Ba tu diak?”
Fadilah pun menjelaskan rasa penasaran.
“Ndak ado do diak” jawab salah satu dari mereka.
“O iyo lah da, makasi yo da”.
Kamipun pergi meninggalkan mereka.
***
Penasaran itu masih ada, kami kembali ke lokasi. Tak menemukan si bapak tadi, kami pun menimbang akan melanjutkan observasi atau tidak. Sementara kami menimbang dan kembali mengamati,. Tiba-tiba dari kejauhan kami melihat dua pemuda tadi mendekat menuju arah kami. Fadilah mulai cemas, menggengam tangan saya dan meremas.
Ternyata si pemuda mengingatkan kami untuk tidak mendekatinya. Ia mengingatkan kami untuk berhati-hati.
***
Kamipun pergi menjauhi lokasi dengan rasa penasaran hingga tercipta hipotesis dan kemungkinan-kemungkinan yang sebaiknya tidak diceritakan.
Hasilnya: Kami mendadak ketakutan disepanjang perjalanan. Mendadak paranoid.!!!

Sabtu, 13 April 2013

YIHAAA.!!


Heyyy,,
Lihatlah kawan
Kebersamaan kita..
Menjauhkan duka
Mendatangkan suka
Membuat iri dunia

Woyyy,,
Selalu bersama
Menciptakan tawa
Kita bermain
Bersenang-senang
Mendatangkan cinta
Untuk kita

Kitaaaa,,, bersatu,,, bernyayi,, berseru
Kitaaa,,, utuk kita
Satu cinta
Satu suka
Satu tawa
Satu bahagia

Hubungannya???


Hal gaje yang pernah terjadi,.
Asosiasi bebas
Hingga tercipta
Ketikan ini



Hahahahahahahahahahaha

Hihihihihihihihihihi

Huhuhuhuhuhuhu

Hehehehehehehe

Hohohohohohoh

Lalalalalala

Nananana

Nyanyian,,,

Banyak orang,,,

Bernyanyi,,,

Ntah apa,,,

Mereka,,

Selalu,,,

Bernyanyi,,,

Jarang-jarang

Orang-ornag

Mesyukuri

Nikmat Tuhan

Apalagi

Mereka

Yang selalu

Bernyanyi

Padahal

Waktunya

Banyak sekali

Jarang-jarang

Orang-orang

Mensyukri

Nikmat Tuhan

Padahal

Diri sendiri

Suka bernyanyi

Ketemu Tomy Bolin


Percayalah, apa yang kita cita-citakan, apa yang kita impikan akan dikabulkan oleh Sang Pencipta jika itu memang baik untuk kita. Tapi, jika belum saatnya dikabulkan mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik untuk kehidupan kita.

Banyak hal yang telah dikabulkan oleh Allah. Harusnya saya lebih bisa bersyukur atas hal-hal yang telah Allah limpahkan kepada saya. Saya akui beberapa mimpi-mimpi saya telah dikabulkan oleh Sang Pencipta. Maka, nikmat Tuhan yang mana lagi yang saya dustakan???
Sayangnya, saya masih saja mendustai nikmat Tuhan. Seperti, jarang bersyukur, melalaikan shalat, etc. Teramat sangat susah menghilangkan kemalasan yang ada di dalam diri. Emmmp..
*Harus lebih banyak bersyukur nih.
Kali ini, saya akan menceritakan salah satu keinginan/ cita-cita saya yang dijamah oleh Allah. Padahal ini Cuma terbersit dan terlintas begitu saja. Saya ngga terlalu berharap banyak akan hal ini. Yaitu: ketemu Tomy Bolin, dapat tanda tangan dan foto bersama.
Dan itu telah terwujud.
Kisahnya dimulai + setahun yang lalu.
Seperti biasa, setiap akhir pekan saya pulang kerumah. Kebetulan, ada kuliah tambahan, saya pulang kesorean. Alhamdulillah, saya masih dapat mobil. Sore itu, saya naik mobil keberangkatan terakhir (Bukittinggi-Solok).
Maklum, karna ini mobil terakhir ngga banyak orang yang menumpangi. Saya duduk di kursi ke-3 dari supir. Bagian tengah di dekat pintu.
Seperti bus-bus kebanyakan,mencairkan suasana agar tidak membosankan bus itu memutar sebuah kaset. Di depan saya, tersedia sebuah LCD. Musik dinyalakan, video mulai berputar.
Itu lagunya Tomy Bolin, Raper daerah minang. Waktu itu, lagu yang diputar adalah lagunya yang berjudul “pitih-pitih”.
Awalnya, saya benar-benar ngga tau akan keberadaan Tomy Bolin. Sampai saya naik bus ini dan melihat vidionya. Bagus sekali, saya suka gayanya, saya suka lyric lagunya. Sayang, saya ngga bisa menemukan kasetnya dan memang ngga berniat mencarinya. Tapi, didalam hati saya ingin ketemu dan minta tanda tangannya.
Sebagai seorang mahasiswa, saya tidak hanya kuliah dan pulang ke kost. Saya ikut berorganisasi dan ikut tergabung dalam sebuah komunitas dikampus saya. Salah satunya adalah komunitas teater yang diberinama KATARSIS (Komunitas teater psikologi).
Nah, belakangan kita punya pelatih baru bernama M. Fadil. M. Fadil merupakan mahasiswa institute seni Indonesia Padang Panjang, bapak dari seorang anak dan merupakan seorang wartawan criminal.
Suatu hari, ketika kita latihan beliau membawa Tomy Bolin datang ke kampus kami. Ya ampun, cita-cita buat ketemu Tomy Bolin sudah terkabul.
Sayangnya, saya ngga berani ngomong dan minta tanda tangan. Ya,,, paling cuma say hay dan mengobrol.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 April 2013. Psikologi bekerja sama dengan ISI Padang Panjang mengelar pertunjukan teater di Aula kampus V UPP IV Belakang Balok. Pertunjukan ini, membawa Tomy Bolin sebagai rapernya.
Nah, diacara ini lah saya bisa mmembeli kasetnya, dan meminta tanda tangan. Untuk berfoto, di hari sebelumnya sudah saya lakukan bersama teman-teman saya.
Seru sekali.!!!



Pelajarannya:
Percayalah.! Maka Allah akan kabulkan.!
Ngga nyangka, padahal hanya terlintas saja & dengan segera Allah mewujudkannya. ^_^
Dalam keadaan bagaimanapun, dan dalam kondisi apapun, Allah akan sealu mendengar melihat dan memperhatikan.
Jadi, berhati-hatilah. Kerjakan semua hal-hal baik yang dapat kamu lakukan. Hindari keburukan. Selalu bersyukur.!
Salam hangat J