Sabtu, 12 Desember 2015

"GRADUATION"




Flashback dulu ya... ^_^


8 Maret 2015

Hari dimana W di wisuda. Terimakasih buat temen-temen yang udah nyempatin dateng dan ngasih hadiah ke W. W seneng banget. Terimakasih telah peduli dan telah ada meski W nggak punya banyak waktu untuk kita.


KELUARGA itu pasti. ^_^
W selalu bangga punya kita.!



Terimakasih ucapan dan do’a-do’a nya saudarakuuuuu…

Terharu.!


Rizki Faluvi Hendra, terimakasih telah datang dan menepati janji kamu. Kamu teman pertama yang ketemu aku [excpt: teman-teman yang di wisuda]. Makasih juga udah mau aku repotin di hari yang terik dan di tengah kerjaan kantor yang menumpuk.



Rahmira Fadri, Wefni Azlen dan Yogi, Terharu bangeeet Raaaaa,,, Ira yang nyempatin datang, padahal ada hal yang harus diselesaikan di Batu Kambing. Avi juga, udah repot-repot bareng Ira ngasih kado, padahal jauh banget di Jakarta sana. Kapan kita ketemu lagi ya..???
Seli, terimakasih do’a nya. Tari, kita berada di barisan yang sama kan..? :D Lucy dan Yola, Wara tau, selalu ada do’a untuk Wara.
Sukses untuk kita semua.!! Ayea.!!!





Kawan-kawan Komunitas Tubuh Jendela, terimakasih untuk kebersamaan kita. Kue ulang tahun TJ dan keceriaan. Maaf tak bisa menemani terlalu lama.





Dinda Ojik, guys, makasiiii. Kebersamaan kita, kelucuan kalin tak terlupa. Makasih hadiahnya, Mbak suka :D



Bang Fauzi Rahman, Makin endut aja bang. Hehehe. Makasih buat coklatnya. Ye.. Ye.. Ye..
Silahkan lihat perbedaannya di tahun itu dan di tahun ini. Hahahaha

Tahun Itu (2012)


3 Tahun Kemudian (2015)

Puja’s Friends, Adek-adek yang ganteng, terimakasih bunganya. W paling seneng liat wajahnya Yeri. Serasa liat kartun anime. Wajahnya petak-petak gimana gitu. Mungkin ini imajinasi W aja. Hahaha. Amek, Wardiansyah, Bayu, thax. Maaf kalau ada yang kelupaan nyebutnya. Eh, terimakasih juga telah mau direpotkan, kontrakannya diacak-acak dan dibikin heboh. Uci, terimakasaih kuenya yang jauh diantar dari Padang Panjang. Hahaha. Apa itu namanya? Panyaram ya??? Hihihihi



Family Psikologi UNP dan My Q’mi, yang pasti, kebersamaan kita tak akan terlupa.



Tidak bisa disebutkan satu persatu, itu kenapa akhirnya W memilih untuk bikin kalimat simple pada halaman persembahan skripsi.

Oja, Zizah, Mak'Ila, Wara, Ayu, Ayuk


Amelia Sofyan, sahabat W sedari SD. My Lovely Monkey. Meski nggak bisa dateng, disempatkan dateng di acara yudisium W 11 Maret 2015. Makasih udah jauh-jauh datang dari Padang sana bareng si Olong. Sampe jalan kaki beberapa kilo akibat W salah paham sama posisi lo. Hahahaha. Thx buat silhuet nya.. You so.. Ha.! Ha.! Ha.!



Kak Fitri Meilida, kakak terbaik yang Wara punya. Kakak yang selalu pengertian, kakak yan selalu paham. Terimakasih telah menampung banyak cerita Wara kaaak. Maaf nggak bisa menemani kakak untuk waktu yang lama. Terimakasih pelajaran berharga yang udah kakak berikan. ^_^

Kejutaaaaan.!!!!


Kak Dira Yunda, Hey.! Kakak ini mengagetkan dengan bunganya. Hehehehe... Makasiiii kakakaaak...


Terimakasih untuk semua yang selalu support Wara, menyemangati Wara, yang selalu bantu Wara dan do’ain Wara.
TERIMAKASIH TAK TERHINGGA ^_^


Hadiah Wisuda
Hadiah Waktu Yudisium



Req W ke Tante. Hahaha

Ada beberapa hadiah wisuda yang memang sengaja Wara request dari orang-orang tertentu:
1. Sendal Oshin [Tante Nike]
2. Flashdisk [Puja]
3. Frame Photo [Yoyel]
4. Dopet [Chipa]
5. Dunia [FMS]

Mereka semua menepati janji dan memberikannya untuk Wara. Horrrraaay.!!!! \(^_^)/

Kenapa cuma hadiah dari tante yang Wara pamerkan?

Karena tante sering komplen kalau hadiahnya nggak di pajang.!!!

GUNUNG TALANG!!! [pendakian berikutnya..]

Public Display lagi aaaah.. Hahahaha.
Udah lama nggak berbagi cerita. Haaa.. ada banyak hal yang mau diceritain, tapi... heeemm. Bakal panjang bangat dan bakal bosen ntar yang baca.

Pamer apa ya..?
Heeem... Haaa.. Heee... hooo,,, tuttt. Tuuttt. Habis waktu. Anggap saja begitu.



24 Maret 2015

Hari selasa di tahun 2015. Hari kelahiran Triyona Kristy alias Yona Q’mibayotiinoby. Beruntung hari itu Yona berada di Bukittinggi, kami merayakannya bersama. Disusul Aciq yang nyampe pada malam hari.
***

W masih kerja di lembaga psikologi. Libur sama, tetap dua hari. Tetapi di hari yang berbeda. Jika kebanyakan orang istirahat kerja di hari sabtu & minggu, lembaga tempat W bekerja berbeda. Hari libur kami adalah Rabu dan Kamis. Dan memang klien terbanyak datang di hari sabtu dan minggu.

Sebelum tanggal ini, beberapa hari setelah W di wisuda, W ngobrol dengan beberapa orang dan meminta mereka untuk mengantar dan menemani W menuju puncak gunung. Gunung apa yang duluan, terserah, yang penting temani W.
Setelah terjadi penolakan beberapa kali karena waktu yang tak tepat dengan hari bebas W, W akhirnya bisa berangkat ke puncak gunung. Tujuannya adalah “Gunung Talang”.

Terimakasih tak terhingga untuk sahabat-sahabat terbaik yang W punya. Setidaknya W berhasil mencapai puncak gunung meski hanya satu gunung yang didaki. Dan W rasa, Bayaik berperan penting disini. Febrian Saputra, Yudhana Dalie Martha, Rifaldo Agusta yang akan komplen kalau W melupakan Saputra nya [tu udah Wara ketik-DILARANG KOMPLEN], dan Bang Putra, telah mempersiapkan semuanya. Aaaa W jadi terharu.

Sebelumnya W memang sudah diberi tahu bahwa W tinggal pergi. Cukup bawa perlengkapan pribadi, yang lain sudah beres. Dan benar saja, W kaget waktu tahu ternyata mereka sudah siap dengan secarik kertas yang penuh dengan list perlengkapan yang sudah banyak cheklistnya.
***

Waktu itu hari selasa. Tepat di hari ulang tahun Yona. Setelah urusan kantor seleasi, W berangkat ke kampus dengan ransel yang sudah berisi perlengkapan pulang. Sore itu akan ada rapat untuk kegiatan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan alias SMK. Sebelumnya W sudah berjanji dengan Upay akan mencari kue untuk Yona.

Terjadi kegaluan dalam menentukan hari keberangkatan. Karena banyak laki-laki nya, Bayaik jadi enggan untuk ngajakin teman-teman nginap di rumah. Padahal sebelumnya W udah bilang, berangkat selasa, rabu tinggal naik. Sayang Bayaik enggan dan tidak mengungkapkan. Jadi, dia merencanakan berangkat ke Solok nya rabu pagi. Khawatirnya, teman-teman rada susah bangun pagi. Padahal nggak masalah, karena memang saudara W kebanyakan laki semua. Akhirnya disepakati berangkat selasa setelah magrib, karena W akan merayakan ulang tahun Yona dan harus breafing dulu.

Setelah breafing, W langsung cuss menemui Upay di Proma 1. Kita membeli kue dan mencari gorengan untuk membuat perayaan sederhana.
SELAMAT ULANG TAHUN YONA.!
#DokumentasiHanyaAdadiPhoneUpayYonadanAciq


Harusnya setelah maagrib kita berangkat. Tetapi karena Bayaik harus ke Rumah Sakit dulu menemui orangtua temannya, kita jadi berangkat jam sembilan lewat.

Bimbang kembali menghantui. Bayangan Begal yang sudah memasuki wilayah Sumatera plus wanti-wanti Tata dan Dina membuat kami ngeri. Akhirnya W bilang ke Upay:

“Pay, kalau udah jam 9, kita berangkat besok pagi aja”.

Beruntung telpon dari Aldo masuk nyaris jam 9. Kita tetap berangkat malam itu.

Satu hal yang W heran. W nggak tahu kenapa Aciq nggak mau ikut. Mungkin karena sudah ada janji dengan yang lain. Tapi sebelumnya, Aciq memang ingin berangkat ke Talang bareng kita. Mungkin memang sudah berjanji sebelumnya. Entah lah. Ada hal yang ingin W ungkapkan disini, tapi W nggak yakin. Analisis W menjurus pada satu alasan. Dan ini di perkuat dengan sebuah pernyataan dari si monyet. Sudahlah, ini hanya praduga. Pransangka semata. Hipotesis, dugaan sementara.


Malam itu Bayaik dan Godok menjemput kami. W, Bayaik, Upay, Godok bersama dua motor bergerak menuju kontrakan anak cowok. Disana berberes dan berbenah segala hal yang akan dibawa. Kami berangkat menuju Kota Solok.

Satu-satu air mulai turun dari langit. W selalu suka hujan dan bunyi yang diciptakan. Beruntung kami tidak kuyup karena kami berada di depan hujan. Sayang, di daeraaaaahh,, eeemmpp,,, haduuuu,, apa ya,,, W lupa. Mungkin Kubu Karambia. Hujan mulai mendekati kami. Turun semakin kencang, semakin deras. Berbunyi-bunyi.
Kami berhenti di depan sebuah warung. Berteduh. Bayaik ngasih W sebuah mantel hujan plastik yang terbuat dari kresek. Itu untuk W dan perjalanan pendakian nanti.
Kami menempuh hujan. Bersama-sama.

Perjalanan kami akan sangat seru jika di filmkan. Sayang, tak ada dokumentasi disini. Gelap, hujan dan tas besar disana sini.

Nah, W lupa lagi itu daerah apa. Mungkin Tanjung Mutiara. Sebuah tikungan tajam. Banjir berair. Yudha dan Bang Putra sudah lebih dulu melewatinya. Disusul W dan Bayaik yang sedikit oleng menempunya.
Berikunya Upay dan Godok yang tersedat dan mengharuskan Upay turun dari motor. Beberapa menit kami membantu orang melewati genangan air. Melaksanakan tugas mulia. Tanpa pamrih hingga hujan mulai mereda. Meski tetap turun dengan jarak yang sudah mulai jauh, satu-satu, tidak begitu lebat.
Sebelum melanjutkan perjalanan, motor godok sempat mogok. Beruntung Bayaik berhasil memotivasi tu motor untuk terus bersemangat membawa kami. Ya.. ya.. ya.. dia memang sudah berpengalaman perihal perbengkelan.


Singkarak. Hujan semakin lebat. Petir menyambar-nyambar. Kami kembali mencari tempat berteduh. Benar-benar perjalanan super. Super duper seru. Disini kami berhenti lumayan lama, menunggu hujan reda. Mereka (para lelaki) sibuk mengobrol dan menghangatkan diri, begitu juga W dan Upay yang kemudian sesekali mengamati air yang jatuh, danau, sebuah pohon dan siluet di malam hari.
Perjalanan kami lanjutkan setelah hujan benar-benar berhenti.


Rumah. Entah jam berapa kami samapai dirumah. Jam 11 mungkin. Atau malah setengah 12. Setelah makan, W dan Upay ijin menuju dunia mimpi, memasuki alam bawah sadar kami.

Bayaik, Aldo, Yudha, Bg Putra? Entah lah. W tak tahu.



25 Maret 2015

Terbangun di Pagi hari membuat W kaget dengan realita yang terjadi. Rumah W bocor. Air memasuki rumah, jatuh melalui genteng yang mungkin sudah tidak utuh lagi. Rumah itu benar-benar sudah tua. Seusia W. Harus dirombak habis.! Bukan sekarang. Mungkin suatu hari.

Setalah bersiap-siap, sarapan dan berbelanja lama di pasar akibat choki-choki yang tak ditemukan, kami berangkat menuju Gunung Talang.


Sebelumnya W bilang abang kalau W akan ke Talang. Abang membalas SMS dengan “Hari ndak rancak do”.
Hanya itu. Dan W tidak merespon. [TAKUT-NGGAK TAHU MAU RESPON APA]


Menurut perkiraan bapak setelah menghubungi temannya. Diatas sana tidak hujan.

Dari Kota Solok, kami berangkat menuju Kabupaten Solok. Melewati kebun teh menuju Aia Batumbuak. Perjalan menuju Aia Batumbuak dari Kota Solok di tempuh dengan lama perjalanan lebih kurang satu jam.


Sekertariat Pendakian Gunung Talang


Sampai di Sekertariat, kami melapor dan melanjutkan perjalanan. Disini, untuk keamanan kami harus membayar sebanyak Rp.7.000/ orang dan per-motor.


Perjalanan dimulai. Haaa… suda lumayan lama. W mulai lupa bagaimana perjalanannya.
Baiklah. Akan W ingat sebisanya.
Perjalanan dimulai dengan melewati rumah warga dan kebun teh. Sangat indah. Kiriiiiii.. Kanan.. ku lihat saja, banyak daun tehnya a a a… Kiriiii kanan, ku lihat saja, daun teh semuaaaa…


Kebun teh hingga Pos 1. Disini kami beristirahat. Shalat dzuhur dan mengisi derigen-derigen yang sengaja di kosongkan dari bawah.

O’o. Gerimis datang lagi. Kami menunggu hingga titik-titik itu menghilang. Agar tak kelamaan, maka diputuskan untuk berjalan dibawah hujan.
Masing-masing kami menggunakan mantel hujan plastik yang sudah disiapkan.

Kami bertemu pendaki lain yang lebih dulu sampai di puncak. Itu artinya, mereka sedang turun. Ketika ditanya, mereka mengatakan bahwa ada satu kelompok lagi diatas dan mereka akan turun. Berarti, nanti, hanya kelompok kami yang akan berada diatas sana.

Seperti pendakian-pendakian sebelumnya, kami harus terus bersemangat sampai ke puncak nanti. Ada banyak rintangan yang kami hadapi. Mulai dari hujan, jalan becek dan licin, suhu dingin, hingga “acek” (sejenis lintah yang makan darah) menempel di kulit kami.

W geliiii banget sama lintaaaaaahhhh.!!!! Bisa jingkrak sana jingkrak sini W nya kalau ketemu. Sepertinya darah masing-masing dari kami sudah dicicipi acek. Yudha menyarankan untuk menggunakan lotion nyamuk agar acek tidak mendekati kulit kami. Dan nggak tau kenapa tu lintah tiba-tiba bisa ada ditangan W.
***



Setelah melewati beberapa medan, akhirnya kita sampai di puncaaaakkk... Ye ye ye.
Belum puncak sih. Tapi,,, Ya. Bisa dikatakan begitulah. Besarnya seperti lapangan Bola. Dan benar saja, hanya kita ber-enam yang ada disana tanpa kelompok pendaki lain. Seru juga sih sebenarnya. Lapangannya jadi luas, dan kita bebas memilih akan mendirikan tenda dimana.

Dari pos penjagaan lebih kurang 4 jam perjalanan untuk sampai disini. Kami membangun tenda. Beres-beres perlengkapan. Dan, beristirahat.

Hey, kami para wanita manjadi “Tuan Putri” saat pendakian. Hahaha.
Semua hal telah di persiapkan oleh para lelaki termasuk hal-hal yang berkaitan dengan lambung.
Next, kami shalat magrib dan beristirahat.

Diatas sana sangat dingin apalagi ketika malam datang berkunjung. So, bawa lah pakian tebal, jaket, dan kaos kaki.

Malam sangat Indah. Ada banyak bintang dan bulan. Kami bermain hingga larut.
WHAT??? MAIN??? Main apa malam-malam.! Di gunung pula.!
Hahahaha... permainan remeh-temeh. Bermain kartu. Ntah itu UNO atau apalah. Sambil mengobrol.

Karna besok akan ke puncak yang sesungguhnya, kami istirahat pada waktunya (disaat sudah mengantuk, mulai bosan main, dan tidak ada hal lagi yang perlu dibicarakan).


26 Maret 2015

Pagi datang. Brrrrr, dinginnya masih belum hilang. Gosok gigi, cuci muka, berwudhu dan shalat subuh.  Next. Sarapan. (sarapan nggak ya?) kayaknya enggak deh.

Kita naik mencari puncak yang sesungguhnya. (kami berenam adalah pemula) Hanya Godok yang satu kali pernah ke tempat ini dan belum sampai puncak. Perjalanan mencari punjak gunung dimulai. Terang saja, berakhir dengan “TIDAK BERHASIL MENUJU PUNCAK TALANG YANG SUSUNGGUHNYA”.

Istirahat sejenak. Perjalanan mencari puncak yang sesungguhnya. Diambil saat kabut mulai hilang

Oya, ada yang lupa. Ada satu tempat dimana dari sana kita bisa melihat tiga danau sekaligus. Danau Kembar [Danau Atas & Danau bawah] + Danau Talang. Itu letaknya dileher gunung. Pemandangannya sangat cantik.

Back yah.! Ada beberapa faktor yang membuat kita tidak berhasil menuju ke puncak yang sesungguhnya. Yang pertama karena memang masing-masing kita pemula, so nggak ada yang pandu. Terus juga karena kabutnya sering turun secara tiba-tiba. Jadi kita harus sangat berhati-hati.

Kami akhirnya menyerah dan turun. Sampai dibawah kita makan siang (lagi-lagi yang masak para pria). 


Kemudian take a pict sepuasnya. Baru deh turun dan back home.

Nah, di Talang itu kita akan mendengarkan suara khas dan bau yang khas. Suara muncul dari kawah yang masih aktif. Kawah itu mengeluarkan asap seperti kereta api tuuuuttt... tuuutttt... Dan bunyinya seperti kapal terbang. Baunya,,,,, luaarrr biassaaaaa,, bau belerang sangat pekat disini.

Begitulah.

Perjalanan kegunung pertama setelah W di wisuda.








Minggu, 24 Mei 2015

sebut saja ini "IRI"

Akan aku katakan sesuatu. Ini tentang aku, kamu dan mereka. Bukan. Bukan hanya aku dan kamu. Tapi aku, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu dan …….. kamu yang bukan sekedar teman, bukan sekedar kenalan. Ini tentang aku yang iri pada sesuatu.

Setiap orang itu hakikatnya berbeda bukan? Berbeda dalam artian yang ku rasa kamu tahu maksudnya. Berbeda dan juga sama. Sama-sama memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus di penuhi.
Aku punya kamu [jamak], dan kita menjadi satu kesatuan dalam lingkar kelompok yang saling membantu, saling mendukung, saling bekerja sama. Yang peduli satu dan lainnya.
Kepedulian kadang-kadang membuat orang melampaui batas. Banyak orang yang tak kenal batas, karna peduli. Yang aku tahu, kita saling peduli. Dilakukan karena ingin menciptakan kebaikan, walau terkadang tak semua dari kita menganggap positif [kamu katakan sebagai rasa ingin tahu, terlalu dalam, terlalu jauh, memperkeruh atau apa lah]. Ini juga yang kemudian membuat seseorang menjauh dan menghindar. Kata peduli berubah menjadi ikut campur. Terlalu mengintervensi.

Aku memutuskan untuk tidak terlalu peduli pada orang lain. Memandang positif segala hal. Jika memang terpojokan, akan ku katakan pada mu “Biarlah, yang penting sudah di beri tahu, sisanya serahkan padanya. Dia sudah dewasa, tahu mana yang baik mana yang tidak. Toh, konsekuensi dia yang tanggung. Paling kita terseret sedikit saja. Tidak akan jauh, tidak akan berdampak terlalu signifikan”.

Aku tidak pernah menuntut mu untuk melakukan sesuatu. Aku juga tak pernah menuntut mu untuk mengerjakan apa yang ku mau. Hanya sesekali menimpali, mengingatkan.
***

Belakangan aku memang sering dirumah. Sudah diwisuda, berarti sudah lepas masa kuliah. Waktu banyak dihabiskan dirumah. Tak heran jika aku akhirnya sering bertemu adik laki-laki ku yang pulang dengan banyak teman. Belasan malah. Bahkan bisa mencapai dua puluh kepala.
Sama seperti kita, ada perempuan, ada laki-laki dan semuanya beristirahat hingga esok hari.

Aku dan dia memang berbeda. Dia laki-laki. Aku perempuan. Namun kami sama. Sama-sama manusia yang dilahirkan dari orang tua yang sama dan sama-sama punya banyak teman.
Kenapa tiba-tiba aku menyebut “Iri”..?
Ini irisan yang berbeda.

Aku punya banyak teman
Dia punya banyak teman
Aku dan dia punya banyak teman

Premis apa itu???

Hahahaha. Bukan, bukan bermaksud menginat kembali pelajaran matematika SMA.

Ini soal teman. Kami sama-sama manusia yang senang berteman. Dan kami punya teman-teman yang sama serunya. Namun aku iri padanya.

KENAPA???

Karena mereka memiliki kesadaran akan kunci dari segala kunci yang ada.
Aku tak ingin menjelek-jelekan kita. Aku juga tak ingin menyama-nyamakan atau membeda-beda kan. Ini bentuk rasa iri ku padanya.

Kamu tahu, menurutku kita hanya fokus pada kesenangan dan kenikmatan pribadi, FREUDIAN [kita menyebutnya begitu bukan?]. Duniawi [bukan untuk mu, tapi untuk kamu yang masih belum mengerti]. Kepedulian dan saling mengingatkan berada dalam irisan yang berbeda. Ini masalah kuncinya. Bukan kebaikannya, bukan keakrabannya, bukan pula kepeduliannya.


#Mereka memiliki kesadaran tinggi akan kunci dari segala kunci

Kamis, 21 Mei 2015

MEI 2015

Mei adalah hari yang special bagi banyak orang. Di kalender pun ada banyak tanggal yang ditandai, 1 Mei “Hari Buruh Internasional”, 14 Mei “Kenaikan Yusus Kristus”, 16 Mei “Isra’ Mi’raj Nabi Muhamad SAW”, 20 Mei “Hari Kebangkitan Nasional”. Tidak hanya hari-hari besar bagi beberapa kelompok, Bangsa dan Penganut Agama tertentu, tetapi juga bagi beberapa orang.
Dua teman Wara nikahan di Bulan Mei, termasuk Mba nya Wara. Selamaaaat, prok prok prok. Semoga menjadi Keluarga SAMAWA. Aamiin.

Bulan Mei juga adalah bulan yang ditunggu-tunggu bagi beberapa orang tua dari zaman dahulu kala hingga tahun ini. Kak Dona, kakak nya Aciq menunggu kelahiran anak kedua yang akhirnya dilahirkan pada 15 Mei 2015 lalu. Selamat Kaaak ^_^ Juga beberapa orang tua lain di dunia.

Maari kembali ke 23 tahun silam. 13 Mei 1992. Bapak dan Ibuk Wara adalah sepasang suami istri yang menjadi sangat bahagia karena telah menjadi orangtua. Kelahiran anak pertama.!!! Yap, Wara lahir 13 Mei, 23 tahun silam. Subuh, mungkin jam 5’an. Terlahir dengan kulit hitam, bermata besar dan berambut hitam. Hahahaha. Luar biasa.

Hampir tiap tahun perayaan ulang tahun di rayakan. Eemp.. nggak tau lah sampai usia berapa. Wara lupa.




Hingga segede ini pun, masih ada aja yang berbaik hati membuat perayaan pesta, mengucapkan selamat, mengirimkan do’a dan meminta traktiran.
Terharu.! Ternyata banyak orang yang peduli. Sangat peduli malah. Terimakasih semuaaaaa… Wara senang punya banyak teman, sahabat, kenalan, yang benar-benar tulus sayang Wara. Azzeh.

23 tahun. Rabu, 13 mei 2015. Masih di tempat tidur dengan kehangatan selimut yang membalut sekujur tubuh kecuali kepala.

Begitu buka mata langsung dapat selamat dari Ibuk dan Bapak. Senengnyaaa, disusul berbagai ucapan via texting alias SMS dan berbagai media sosial yang ada.





Dan rumah selalu menjadi tempat menyenangkan untuk membuat pesta.


Garden Party, yeay.!!! 





Selasa, 17 Maret 2015

Sudah Hampir Subuh Wara.!!!

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu di hadapkan pada  2 pilihan yang wajib pilih?!

Ketika hati setengah-setengah, Ketika hati tak mampu memilih?!!!

Kembalikan semua pada Sang Pencipta.  Biar Dia yang menuntun kemana arahnya,.


-SEGERAPULANGDANSELESAIKAN.!!!

Senin, 23 Februari 2015

Sudah Saatnya Tidur WARA.!!!

Entah kenapa tiba-tiba aku tidak lagi PD menuliskan kisah-kisahku di blog ini.

Sudah berbulan-bulan tanpe penghuni. Sudah berbulan-bulan juga tak dikunjungi pemilik sendiri...

Arrghhh,, Wara.!!!

Ada apa????

Masih belum bisa menyelesaikan hambatan-hambatan yang sedang mengrogroti diri ya??? Hahahaha

Silahkan tertawakan diri sendiri sesukamu Wara.!!!

Wara,. tau kah sekarang jam berapa???

Sudah lewat tengah malam dan mata belum juga terpejam. Tidak sayangkah kamu dengan dirimu Wara? Istirahatlah.. Istirahatlah yang cukup.!

Aish,,, apa ini??? Sejak kapan Wara peduli dengan dirinya???

Sudah lah, jika memang dia memilih hidup terus mengalir, maka dia tak boleh menyalahkan orang lain atas pilihan dan hal-hal yang akan dilewati.!!!

Jika tidak ingin, silahkan melawan arus.!!!

Kenapa? Galau badai???

Kehilangan teman imajinasi??? Sudah susah bermain dengan diri sendiri???

Terkadang saya tidak mengerti apa yang diinginkan diri,.

Anggap saja, sekedar pengisi kekosongan. Anggap saja ini sebuah basa-basi sebagai pengisi waktu di hari ini.

Tanda pemilik masih peduli, masih ingat dengan tempat ini... Aaaaaaaaaa

Setidaknya...

..zzZZZ

Kamis, 11 Desember 2014

CEMBURU


“Maaf, break dulu ya bentar, Let’s play a game. Tapi konsekuen ya? Kalau misalnya kamu salah jawab, kamu harus ganti DP kamu sama DP kodok ijo selama 24 jam. Liat gimana serunya pas kamu liat diseluruh contact bbm kamu DP mereka jadi kodok ijo semua. Jadi, gamenya adalah…..
Pertanyaan: “ada seekor kodok ijo yang masih tidur pas jam 7 pagi, eh ada yang ngetok pintu kamarnya sebanyak 7 kali. Dan Tadaa! Itu temen si kodok yang mau buatin surprise sarapan pagi berupa beberapa kotak-kotak kado berisi makanan-makanan kesukaan si kodok. Tujuannya sih mau makan bareng gitu. Disana ada nuttela, keju, cokelat, roti dan nasi goreng, susu, dan lalat hidup. Menurut kamu, apa yang harus dibuka duluan oleh si kodok? “
Hayoooo, ini gampang loh. Tapi masih aja ada yang salah nge-jawab. Kalo kamu salah jawab,  aku bakal kasih kamu DP kodok ijo dan kamu harus ganti DP dengan itu :D”

Tau kan itu BC alias bacot yang sedang booming sekarang sehingga dimana-mana orang membicarakan kodok. Aaaaaaa,,,, pada ngga tau ya??? Wara kan seneng Kodok bangeeeet.. Pencinta dan pengagum kodok. Dari kecil menyukai kodok berbagai bentuk dan jenis. Kodok itu lucu dan gemesin. Hufh, dulu ngga ada satupun orang yang heboh dengan ini. Lha, sekarang??? Kutu kumpret dah. Buset gilakkk.. dimana-mana pada ngomongin ini. Sumpah, Wara cemburu.


Cemburunya pake banget,, banget,.! Sekarang kodok diagung-agungkan banyak orang. *waranyakelewatlebay

Oke, terlepas dari kehebohan bakal Wara ceritain gimana Wara dimasa imut-imutnya bermain-main dengan kodok.

***

Ketika orang lain merasa jijik, ketika orang lain tidak melirik, wara dengan bangga main bersama jangkrik. Eh, salah.. hahahaha
Dari kecil itu Wara mainnya sama kodok. Megangin kodok kemana-mana. Merhatiin kodok, dan merelakan tangan dipipisin kodok. Setiap tu kodok dipegang, pasti pipisnya dimuncratin. Sampe keluar kata-kata mutiara dan kata-katak bijak ortu, nasehat mengebu-gebu.
“Waraaaa.!!! Jangan dimainin kodoknya.! Dipipisin, kena mata bisa buta.!”
“Waraaaa,, blablablabla” #mulutkomatkamit

OKe, Fix. Sampai turun sungai nyari beludru. Simpen di Alquarium. Sampe tu kodok berkaki dan kepalanya mulai terbentuk.
Masa kecil W menakjubkan.!!!

Dengan simakan yang super duper focus, W menikmati konser yang dilakukan para kodok.
Gimana ngga deket sama kodok. Mereka salah satu temen W dirumah yang nyaris ngga bertetangga, dirumah yang nyaris ngga berpenghuni juga. Soal rumah, nanti W deskripsikan serinci yang W bisa.
Rumah W itu dipinggir sawah, didepannya ngga ada kolam ikan, yang ada hanya aliran sungai yang kalau hujan turun sederas-derasnya halaman rumah W bakal banjir. Tapi W tetep menyukai hujan kok, Walau petir menyambar, walau gemuruh membuat getar.

Soal rumah “NANTI.!” Di postingan lain.
Tapi ini nyambung -_-


Daaaan,,, berkat kodok jugalah rumah W didatangin ular-ular yang pastinya datang dari sawah dan semak belukar. Kodok-kodok ini gampang dicari terutama didalam pot-pot bunga koleksian Ibuk. Si kodok tidur didalam pot bunga bagian sudut dan ngga jarang juga mainnya kedalam rumah. Ngga Cuma sendiri lagi, bisa sampe 3 ekoran. Kereeen kaaannn…

W suka kodok. Sampai-sampai W punya kotak pensil kodok, tas kodok, tempat peralatan kodok, sampai liontin kalung juga kodok. Itu kenapa akhirnya W menyukai keroro dan lambangnya biblo style.
Tau Biblo Style kan? Biblo itu adalah distro style di Payakumbuh. Sekarang di Solok juga udah ada. Harganya juga relative murah. Model-modelnya juga Oke. Lu liat deh lambang merknya. Maskot mereka kodok. Kalau ada yang ngasih W boneka kodok di merk biblo style [yang kodoknya pake mahkota], langsung W jadiin pacar deh, kalau itu cowo. (Berharap ngga ada yang baca blog ini). Hahahaha
Merk Biblo

Ntar jodohnya W marah lagi.!!! *eh

Maaph ye doh, ngga maksud berpaling.! Nyahahahahahaha.!
Untuk jodoh yang masih belum memunculkan diri :P

Karena temen-temen pada tau kalau W pencinta kodok, dapat boneka kodok deh dari mereka. W kasih nama “F”. Singkatan dari “Frog”.

Itulah kenapa akhirnya W cemburu sama berbagai macam orang yang tiba-tiba mengubah DP BBM dan ngobrolin si kodok kesayangan. Huaaaa,, huaaaa,, sumpah deh cemburu banget banget banget.
Tapi tenang,,, cemburu dalam batas wajar kok. Ngga sampai maladaptive, ngga sampai menganggu keberfungsian W dalam kehidupan. Tanda W peduli sama si Kodok. Beneran. ;)

Dan W juga ngga heran kenapa Intan temen W sampai phobia banget sama kodok. Liat kotak pensil W aja dia takut dan gemeteran, apalagi liat kodok beneran. Ngga bakal pernah tu si Intan dilamar pangeran kodok. Ngeliat aja ngga berani, apalagi sampai dilamar dan dibawa pergi. Hahahaha.. Kok malah jadi ngomongin Intan gini -_-“. Maaf In.

Phobia itu adalah rasa takut kebangetan terhadap sesuatu. Dalam kasus Intan, berarti takut yang berlebihan terhadap kodok. Dan ini maladaptive, karena menganggu keberfungsian Intan dalam kehidupannya. Bener deh, Intan kalau udah liat kodok mukanya yang bulat memerah. Jadi seperti tomat betulan tu Intan. Ngga cuma itu, Intan bisa pingsan juga lho karna ini. Terus lagi ni yah, pas liat langsung spontan memalingkan wajah. Padahal kodok itu lucu banget kan yaaa... Dan memang penyebab ketakutan ini jarang sekali dimengerti. Bisa jadi ada trauma masa lalu yang menyebabkan individu berprilaku seperti itu dimasa kini.
Waaa,, jadi inget jaman-jaman kuliah.

Intinya adalah WARA CEMBURU. Ngga rela tu kodok diperbincangkan banyak orang.!

Terimakasih para kodok yang telah menemani Wara bertumbuh hingga segede ini :D

Hahahahahahahaha

Sabtu, 25 Oktober 2014

Dedaunan, Wara & KISAHNYA





Dedaunan??? Wara??? Ada apa??? :D
Ternyata Wara tidak hanya punya kebiasaan mengambil benda-benda kepunyaan orang lain yang kemudian si pemilik terpaksa megikhlaskannya untuk Wara-Enak aja.!!! sebagian dikembalikan kepemiliknya kok-tetapi Wara juga punya kebiasaan mengambil benda-benda yang mungkin biasa aja [sebagaian orang menganggap ngga ada nilainya].

Apa hubungannya dengan DAUN??? Daun itu banyak dan ada dimana-mana.. So? Daun “Maple”, kalau itu mah iya.. W-A-J-A-R, karna memang tu daun hanya bisa dijumpai didaerah yang memiliki empat musim seprti Eropa, Amerika dan Asia Timur, BUKAN INDONESIA. Ngomong-ngomong soal daun maple, sedikit pengetahuan aja.. Hehehee Diawal musim gugur, daun-daun maple yang awalnya berwarna hijau, perlahan-lahan berubah menjadi kemerahan, lalu coklat, kemudian menguning dan berguguran.

Ayoooo lah Wara, bisa ngga sih to the poin aja? Wara dikasih daun maple dari seseorang ya??? Ciiiieeee… cwiit cwiit

Hadu??? Bukan-bukan.. Ini kisah Wara dan beberapa daun yang memiliki sejarah dikehidupannya. Sebagai pengingat masa-masa yang telah dilewatinya. Aseekkk.. hihihi

Koleksi Daun

Baiklah, akan Wara deskripsikan satu persatu,. Sebelumnya Wara mau ngasih tahu sesuatu dulu. Memang sejak zamannya Wara kecil Wara suka mengoleksi sesuatu. Tetapi sering ngga selesai hancur dan hilang. Kayak jam tangan, gambar-gambar, mainan hadiah-hadiah kue sampai batu-batu yang dapat dibandar, dijalan, dikali, disungai, dipantai, pokoknya gitu laaaah.
Tapi ini sesuatu banget. Daun yang Wara simpan masih utuh. Mungkin semakin Wara dewasa, semakin pinter Wara menjaga. Hahahahaha

Ini diiiaaa Taraaaaaaaaa:

“DAUN PERTAMA”
Daun pertama yang Wara simpan sejak awal Wara terjun kedunia perkuliahan adalah daun Wara bersama Ozzy Ramadhana dan Fadilah Efendri. Ni daun didapat ketika kita duduk-duduk di belakang kampus. Nah, dulunya belakang kampus itu pohonnya gede-gede, sekarang ngga ada lagi. Udah ditebang untuk lahan perhotelan :( Hikz
Ketika sedang asyik duduk-duduk. Ketemu daun lucu. Wara minta Dila menuliskan namanya beserta no ponselnya plus tanda-tangannya, begitu juga Ozzy. Ya.. untuk kenang-kenangan jika suatu hari nanti kita telah terpisah jarak dan waktu seperti saat ini. Jadilah waktu itu kita bertiga tukeran daun yang dibubuhi tulisan tangan masing-masing.

Daunnya Dila
Daunnya Ojiiikkk



“DAUN, KOMPRE & BANG BIAN“


Ni daun didapat ketika menunggu. Ceritanya lagi nungguin Puja yang lagi ujian. Puja???? Tapi sama Bang Bian??? Iya,, Bang Bian yang menemani. Hari itu kami janjian kompre susulan bersama. Selesai kompre, sambil nungguin Puja, kita duduk di taman Fakultas Ilmu Sosial yang rimbun.Nunggu Puja??? Untuk apa??? Saat itu Si Puja bertugas mengantar Wara menemui Pak Re untuk menyerahkan amplop bersegel berisi nilai pasca kompre.
Ketika sedang asyik duduk, mengobrol dan mengutuki sisitem dikampus kami, tiba-tiba sehelai daun gugur dan jatuh tepat dibawah pandangan Wara dekat kaki. Wara ambil, Wara tulis + minta tanda tangan Bang Bian. Kisah setelahnya, biar menjadi kenangan Wara :P

“DAUN, BUKU & KAK HELEN”


Yang ini bedaaaaa… ni daun dikasih dengan cuma-cuma, sebagai pembatas buku untuk Wara. Kalau kepanasan, sambil membaca ni daun bisa dimanfaatkan sebagai kipas praktis tanpa modal. Hahahaha
Ini daun nangka, Kak Helen yang punya ;)



“DAUN, SAPU & OPUNG PERI”
Sore hari, terlihat diujung lorong kampus paling belakang Opung sedang asyik bermain dengan sapu, debu dan sampah-sampah. Kelihatannya asyik, nyari sapu dan ikut nimbrung bermain bersama mereka [baca: kasihan, cari sapu, ikut bantu].
Kegiatan kami waktu itu adalah: “Menyapu lorong kampus” dari lorong paling belakang hingga bagian depan dekat ruang standar, sembari mengobrol dan berdebat singkat perihal kenapa mesti Opung yang menyapu kan petugas kebersihannya sudah ada.

Sampailah kami didekat mading yang ada kursi tunggu sebelah toilet dosen, Wara menemukan daun kecil yang lucu. Sempat pamer juga sama Opungnya “lucu kan Pung”, cuma dibalas senyum yang dengan sengaja dimunculkan dari muka aneh. Tanpa mempedulikan, Opung terus bermain-main dengan sapu, sampah dan debu, sementara Wara duduk sejenak sambil mencoret-coret daun kecil itu.



“DAUN, LORONG KAMPUS & HABIBI”

Waktu itu Bukittinggi tengah dikunjungi badai yang yaaaa hanya menerbangkan hal-hal kecil. Belum se-ekstrim badai yang membuat manusia, rumah-rumah, kendaraan, binatang ternak atau hal-hal besar lainya berterbangan, melayang-layang, berputar-putar.
Ngga tau kenapa, lorong kampus yang diapit ruang standar dan ruangan dosen itu rame dipenuhi mahasiswa, macet. Prediksi Wara, mungkin waktu itu baru usai kelas untuk satu matakuliah.
Hal-hal kecil yang diterbangkan badai, termasuk dedaunan memasuki lorong kmapus. Wara ambil satu, kebetulan yang waktu itu ada didekat Wara si Habibi, Wara minta tuliskan namanya, no ponselnya dan tandatangannya.


Ni daun aneh, sewaktu difoto hasilnya blur teruuussss -_-“, setelah berkali-kali dijepret baru deh oke. Yaaaa,, meski ngga bagus-bagus amat.

“BUNGA, MAKAM KAKEK & BAPAK”


Yang ini berbeda, bukan daun, tapi bunga. Wara dapatkan sebelum Wara kuliah alias awal-awal tamat SMA, waktu mengunjugi makam kakek (orang tua angkat Bapak di Padang). Setelah memberseihkan makam dan menaburi kembang, kami (Wara&Bapak) mendo’akan beliau dilokasi pemakaman. Ketika selesai berdo’a, tiba-tiba bunga kamboja yang ujung dahannya menghadap makam jatuh didekat Wara. Kamboja putih dengan 6 kelopak bunga. Wara simpan karna langka. Jarang lhooo ada kamboja yang kelopaknya 6. Sayang ngga Wara laminating. Rusak deh -_-“

“DAUN-DAUN”
Dua daun ini tak Wara kenali. Wara lupaaaa… tak ada tulisan apa-apa disana. Sebentar, wara ingat dulu. “Kekuatan Fikiraaaan,, Berfikir.!!! Berfikir.!!! Berfikir.!!!” 1menit-ngga ada hasil-6menit kemudian nihil-aaaa sudah laaah…
Tiba-tiba “aha”, sepertinya dua-duanya dapat dikosan deh. Ngga tau siapa yang bawa dan bagaimana datangnya. Yang jelas, daun coklat yang utuh dan ngga sobek itu Wara dapatkan di depan pintu menuju teras atas kamar kos Wara. Yang satunya,,, eeeemppp… sepertinya didapat didepan pintu masuk kamar kos Wara.




Begiiituuuuulaaaahh \(^_^)/

Minggu, 06 Juli 2014

Serahkan Pada Ahlinya

Indonesia kaya akan budaya, berbagai macam suku bangsa terhimpun disana. Himpunan itu terdiri dari banyak manusia  dengan beragam sifat, sikap dan kepribadian. Setiap manusia memiliki beberapa kesamaan dan beberapa perbedaan. Salah satu hal yang hampir dimiliki oleh semua manusia  adalah rasa ingin tahu yang kadarnya berdeda pada tiap individu. Wara rasa, mereka bisa saja saling mempengaruhi dan mengikuti sehingga satu sama lain melakukan kegiatan dan tindakan yang sama. Atau, dalam istilah psikologinya disebut sebagai “konformitas”. Bukan, Wara  bukan ingin berteori. Wara hanya ingin menuliskan kegundahan Wara, keprihatinan Wara akan pola perilaku masyarakat yang terjadi dilingkungan tempat tinggal Wara.

Bencana alam adalah bencana yang terjadi di alam atau bencana yang terjadi  karena alam. Yaaaa,,, meskipun seringkali manusialah biang keladinya yang secara sadar atau tidak, sengaja maupun tidak mengundang sang bencana untuk datang. Atau bisa jadi juga alam sedang mengamuk, sedang marah, sedang tersakiti hatinya *eh.
Bencana yang datang itu bisa saja berupa gempa bumi, gunung meletus, banjir, kebakaran, dll.

Biar ngga kemana-kemana, berhubung Wara memang suka kemana-mana, ketikan ini akan Wara batasi. Wara kerucutkan sekerucut-kerucutnya. Begini kengkawan, sudah banyak kebakaran yang terjadi sepanjang yang Wara tahu, dimulai sejak Wara saat pertama kali mengenal kebakaran hingga Wara dewasa, maksud Wara saat sekarang ini. Kabar terakhir yang Wara dengar perihal kebakaran yang terjadi adalah malam tadi 5 Juli 2014 di pusat kota tanah kelahiran Wara “Kota Solok”.

Lantas, apa yang membuat Wara prihatin???
Manusia memang dianugrahi rasa ingin tahu.  Beberapa memilikinya dengan kadar keingintahuan yang tinggi, beberapa tidak. Itulah kenapa kemudian muncul para filsuf dan beberapa ilmu yang terus berkembang dan menguntungkan manusia dalam menjalankan kehidupan. Tetapi tidak semua orang menggunakan “keingintahuan” mereka pada tempatnya. Dan malah merugikan banyak pihak. Dalam hal ini akan wara batasi konteksnya “KEBAKARAN”.

Haduuuu, susah sekali. Kalau tidak dibatasi seperti ini ketikan wara akan menjadi panjang terbang kemana-mana. Ini aja udah banyak hal yang muncul di kepala wara. Ayooo lah wara “FOKUS”.!!! Dan ini menjadi salah satu faktor kenapa terkadang wara menjadi lalai dan skripsi terbengkalai. Otak Wara mulai mengaitkan banyak hal. Hal, per hal, hal demi hal. Oke, sudah??? Back to our topic.

Ini yang membuat Wara prihatin. Kebakaran terjadi, Oke. Ngga papa *eh. Maksud Wara jika memang takdirnya,  yasudah, apa mau dikata. Sebelum sang pemadam datang. Biarlah, biarlah warga bekerja sama, bahu membahu membantu. Menyiram, memadamkan dengan kemampuan yang mereka miliki. Wajar, itulah pertolongan pertama yang harus dilakukan sebelum api memakan yang lain, sebelum api berubah menjadi monster yang mengganas. Namun, jika warga tak mampu, mereka hanya tahu api sudah marah kingkong, mengganas, menggila. Cukup tunggu sang pemadam tiba. Tak usah lah berbondong-bondong mengantri, berebut menonton sang api. Itu sangat menyusahkan. Apa lagi bagi para petugas pemadam kebakaran yang akan beroperasi. Apa mereka tak bisa mengerti? Bermacam orang datang dari berbagai kecamatan. Nun yang jauh dari pusat kota pun datang hendak mengamati. Menonton secara langsung apa yang terjadi. Sebegitu ingin tahukah???
Hoalah,,, solusinya apa??? Mereka harusnya sadar diri. Salah-salah, apinya bisa semakin besar karena sang ahli tak bisa masuk memadamkan. Apakah masyarakat kita senorak itu??? Hayoolaaahh.. tak bisakah kalian berfikir. Sejernih yang kalian bisa fikirkan???
Miris sekali melihatnya. Dengan bangga kemudian memosting postingan “Dihardik petugas” -_-. Dimana raso jo pareso itu letaknya??? Ya Ampuunnn...
Ini lagi, budaya mengajak. “Ada kebakaran woy.!!! Kita liat nyok”. “Pasa tabaka wak caliak lah, capek lah”. Gunanya apa??? Yang ada malah membuat jalan semakin rame.
Kenapa??? Bakar saja pasarnya, biar rame. Iya??? Gilakk aja. Pasar itu sudah rame cuuuyyy...
Pertama, yang namanya pasar pasti rame, bising, dan riuh.
Kedua, meskipun malam hari pasar itu akan tetap rame. Apalagi di bulan Ramdhan. Pedagang kaki lima memanfaat ini untuk mencari keuntungan lebih.
Eh, hubungannya??? Heeee

Wara ngga melarang siapaun untuk menonton. Wara ngga larang. Tapi tolong posisikan diri pada tempat yang tepat diwaktu yang tepat dan disaat yang tepat. Dan fikirkan apakah kedatangan kita membantu banyak orang atau malah mempersulit.  Jangan jadi orang yang nyusahin. Nyusahin orang lain dan para khalayak. Apakah dengan  menonton seperti itu apinya akan padam??? Tidak kan???
Serahkan saja pada ahlinya. Mereka lebih paham, lebih banyak ilmunya karena memang itu bidangnya.

Hal ini ngga hanya terjadi disaat kebakaran lhoooo. Saat terjadi kecelakaan, melihat pasien yang sakit dirumah sakit, dan di saat-saat urgent yang lain, banyak orang yang datang hanya sekedar menonton, melihat dan menghambat kerjaan petugas.

Semoga yang baca paham maksud Wara.